Mitos dan Fakta Seputar Aqiqah

Mitos dan Fakta Seputar Aqiqah

 

doa aqiqah anak laki-laki bahasa arab – Labbaik Aqiqah – AQIQAH JAKARTA

Sumber foto: google.com

AQIQAH AL HILAL – Aqiqah merupakan salah satu sunnah muakkadah dalam Islam yang dianjurkan bagi umat Muslim sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak ke dunia. Namun, dalam praktiknya, sering muncul berbagai mitos dan pemahaman keliru yang berkembang di tengah masyarakat. Untuk itu, penting bagi orang tua, bagi Ayah/Bunda untuk memahami mana yang benar berdasarkan syariat Islam, dan mana yang hanya sekadar mitos belaka.

Lantas, apa saja yang termasuk Mitos dan Fakta seputar Aqiqah yang harus Ayah/Bunda ketahui? Yuk Simak artikel ini!

1. Mitos: Aqiqah Wajib Hukumnya

Banyak yang beranggapan bahwa aqiqah hukumnya wajib bagi setiap orang tua yang memiliki anak. Faktanya, para ulama menjelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, bukan wajib. Artinya, sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, tetapi jika orang tua tidak mampu, maka tidak berdosa.

2. Mitos: Aqiqah Hanya Bisa Dilaksanakan pada Hari ke-7 Kelahiran

Sebagian orang percaya bahwa aqiqah hanya sah jika dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran anak. Faktanya, berdasarkan hadits Rasulullah SAW, aqiqah dianjurkan pada hari ke-7, tetapi jika tidak memungkinkan, maka dapat dilaksanakan pada hari ke-14, ke-21, atau waktu lain ketika orang tua sudah mampu.

3. Mitos: Daging Aqiqah Harus Disajikan Mentah kepada Tetangga

Ada yang meyakini bahwa daging aqiqah harus dibagikan dalam keadaan mentah seperti daging qurban. Faktanya, daging aqiqah sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, agar penerima langsung bisa menikmati hidangan tanpa perlu repot memasaknya lagi.

4. Mitos: Anak Tidak Akan Sholeh/Sholehah Jika Tidak Diaqiqahi

Sebagian masyarakat masih percaya bahwa anak yang tidak diaqiqahi akan sulit menjadi anak yang sholeh atau sholehah. Faktanya, keshalihan anak tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya aqiqah. Aqiqah adalah bentuk syukur dan ibadah orang tua, sedangkan keshalihan anak ditentukan oleh pendidikan, doa, dan lingkungan yang membentuknya.

5. Mitos: Aqiqah Bisa Menghapus Dosa Orang Tua

Beberapa orang menganggap aqiqah bisa menjadi penghapus dosa orang tua.
Faktanya, aqiqah bukanlah ibadah penghapus dosa, melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Penghapus dosa tetap dengan istighfar, taubat, dan amal kebaikan yang lainnya.

Jadi, perlu Ayah/Bunda ingat bahwa Aqiqah yang ditunaikan untuk si kecil adalah bentuk ibadah yang penuh makna dan bernilai syukur kepada Allah SWT. Namun, penting bagi kita untuk tidak terjebak dalam mitos yang berkembang di masyarakat. Melaksanakan aqiqah dengan niat ikhlas, sesuai syariat, serta penuh kebahagiaan akan membawa keberkahan bagi keluarga dan anak yang diaqiqahi. Wallahu’alam bishawab.

Semoga artikel ini membantu Ayah/Bunda!

PENULIS: NAFISAH SAMRATUL F.

📱Info Pemesanan Aqiqah Al Hilal 🔽🔽🔽

CS WA Gegerkalong, Cilame 0812 2242 9223

CS WA Cibiru dan Jalan Golf 0877 0034 7724

CS WA Luar Bandung 0811 2233 1008

Aqiqah Al Hilal, Dobel Pahalanya Soleh Anaknya 💚

Ada yang dapat kami bantu?