Seperti yang kita tahu, selama sembilan bulan dalam kandungan, janin bisa tumbuh dengan baik jika mendapatkan nutrisi yang cukup.

Makanan janin termasuk oksigen dan air, semuanya disalurkan melalui aliran darah Ibu. Sedangkan ampas pencernaan bayi seperti Co2 (karbondioksida) juga dikeluarkan melalui aliran darah.

Tapi, bagaimana cara janin bisa mendapat makanan/nutrisi selama berada dalam kandungan ibu?

Janin dalam rahim memperoleh makanan dari plasenta

Embrio mendapatkan makanan dari plasenta. Benda ini merupakan penghubung kehidupan antara ibu dan janin yang memberikan nutrisi. Semua kebutuhan bayi untuk tumbuh dan berkembang disuplai ibu melalui plasenta.

Di dalam plasenta atau ari-ari, darah ibu mengalir melalui pembuluh darah kapiler. Molekul yang ada di dalam darah Anda seperti glukosa, protein, lemak, oksigen dan lainnya akan sampai ke bayi dengan cara ini, dilansir dari BabyCenter.

Apa yang dikonsumsi ibu bisa ditransfer kepada janin melalui plasenta. Nutrisi ini kemudian akan mengalir dan diserap oleh tubuh janin.

Beberapa minuman dan makanan yang dikonsumsi seperti soda, alkohol, kafein, hingga makanan pedas pun juga bisa terserap dan bisa memengaruhi sang janin.

Oleh karena itu kenapa ibu hamil diharapkan memakan makanan yang baik untuk janin, dan kurangi konsumsi alkohol, kafein dan yang membahayakan janin lainnya.

Setelah mengetahui prosesnya, tentu Anda harus berhati-hati dalam menjaga asupan makanan yang dikonsumsi. Pastikan hanya memakan makanan yang baik bagi si kecil yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Peran plasenta bagi pertumbuhan dan perkembangan janin

Dikutip dari sehatq.com, Bayi dalam kandungan mendapatkan makanan dari ibunya dengan mengirimkan sari nutrisi melalui plasenta yang selanjutnya akan masuk ke dalam tubuh janin.

Tapi ini bukan satu-satunya peran plasenta atau ari-ari dalam mendukung perkembangan janin. Jauh lebih kompleks, plasenta benar-benar menjadi andalan bayi untuk tumbuh dan berkembang saat masih dalam rahim.

Peran tersebut terangkum dalam sistem peredaran darah yang terjadi antara ibu dan janin. Secara ringkas, sistem distribusi aliran darah ibu dan janin tersebut terjadi melalui siklus di bawah ini:

Fungsi vital plasenta lainnya adalah melindungi bayi dari penyakit. Ketika sel darah dan nutrisi masuk, virus dan bakteri ditolak menuju keluar rahim. Ini juga memungkinkan tubuh untuk tidak menganggap bayi sebagai benda asing ketika hadir dalam tubuh.

Itu dia penjelasan bagaimana janin bisa menerima asaupan nutrisi/makanan dari dalam rahim ibu.

Tinggalkan Balasan