Potensi Bahaya Polusi Udara Bagi Ibu Hamil & Tips Agar Tetap Aman

Potensi Bahaya Polusi Udara Bagi Ibu Hamil & Tips Agar Tetap Aman

Bahaya Polusi Udara Bagi Ibu Hamil

Selamat untuk Anda yang sedang hamil! Ada banyak hal yang harus dipikirkan sekarang. Seperti menghindari makanan laut, kafein, alkohol, menjaga posisi tidur yang benar, dan masih banyak lagi. Tapi bagaimana dengan udara yang Anda hirup?

Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mempelajari bagaimana polusi udara berdampak pada kehamilan, dampak buruk dari polusi udara pada wanita hamil dan juga pada bayi, dan prognosisnya terlihat lebih serius pada setiap temuan.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang kualitas udara, dari mana polusi berasal, dan bagaimana Anda dapat menghindari menghirup udara yang tidak sehat saat menggendong bayi Anda atau bahkan saat Anda sedang hamil.

Apa Itu Polusi Udara?

Polusi udara adalah suatu keadaan dimana terdapat substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara bumi (atmosfer) yang jumlahnya membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan mahluk hidup lainnya.

Kondisi polusi udara dapat mengakibatkan kerugian bagi semua mahluk hidup di bumi, khususnya manusia. Pencemaran udara dapat menyebabkan kesulitan bernafas bahkan merusak kesehatan tubuh.

Gejala umum dari paparan polusi udara yang berkepanjangan yaitu:

  • Batuk
  • Iritasi mata dan sinus
  • Penyakit pernapasan lanjut seperti bronkitis, asma, dan emfisema
  • Kelelahan kronis
  • Kapasitas paru-paru berkurang dan sesak napas
  • Kerusakan paru-paru dan jantung
  • Kanker
  • dll

Potensi Bahaya Menghirup Polusi Udara Selama Masa Kehamilan

Penelitian selalu mengungkap fakta data yang lebih akurat tentang apa bahaya polusi udara pada wanita hamil dan bayinya. Berikut adalah beberapa konsekuensi serius yang mungkin perlu Anda waspadai.

1. Berat Badan Lahir Rendah

Berat badan lahir dikatakan normal bisa berada di kisaran 2500–4000 gram, pada bayi yang lahir cukup umur (usia kehamilan 37-40 minggu). Bayi di bawah 2500 gram dianggap “berat badan lahir rendah.” Rata-rata, satu dari setiap 12 bayi di Amerika dilahirkan dengan berat badan rendah karena berbagai alasan, tetapi paparan polusi udara saat hamil berspekulasi menyebabkan komplikasi ini.

Sebuah penelitian yang menarik di Beijing, salah satu kota di dunia dengan polusi udara terbanyak. Para peneliti mempelajari wanita yang hamil selama Olimpiade 2008 di Beijing, rentang dua bulan ketika kota itu diberi mandat untuk menurunkan emisi dan meningkatkan kualitas udara. Studi ini menemukan bahwa wanita yang berada di bulan kedelapan kehamilan selama Olimpiade (dibandingkan dengan wanita yang melahirkan pada kalender yang sama beberapa bulan sebelumnya) melahirkan bayi yang beratnya 0,8 ons lebih berat. Masih belum diketahui trimester, bulan, atau minggu mana yang paling rentan terhadap efek polusi udara, namun penelitian ini tetap menarik.

2. Kelahiran prematur

Menurut sebuah studi bernama Stockholm Environment Institute (SEI) di University of York, hampir tiga juta bayi dilahirkan prematur setiap tahun karena polusi udara. Itu berarti 18 persen dari semua kelahiran prematur tahunan telah dikaitkan dengan paparan polusi bahan partikulat. Anak-anak yang lahir sebelum aterm memiliki risiko signifikan kelainan neurologis dan cacat fisik permanen. Walaupun kelahiran prematur dapat terjadi pada siapa saja karena berbagai alasan, polusi udara adalah salah satu yang harus Anda hindari.

3. Autis

Sebuah penelitian Harvard yang mengkhawatirkan mengungkapkan bahwa wanita yang terpapar polusi partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk melahirkan anak dengan autisme. Terutama jika mereka tinggal di dekat jalan raya di mana partikel tertinggi berada.

4. Asma

Pada wanita hamil, ini bisa sangat berbahaya karena asma dapat menyebabkan preeklampsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan penurunan fungsi hati dan ginjal. Ketika asma dikelola dengan baik, Anda dan bayi Anda akan baik-baik saja. Namun, asma yang tidak diobati dapat menyebabkan bayi Anda menderita kekurangan oksigen, menyebabkan pertumbuhan yang buruk, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah.

Penelitian juga menemukan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan peluang bayi Anda terserang asma di kemudian hari karena polusi partikel merusak plasenta.

5. Masalah Kesuburan

Jika Anda berencana menambah keluarga, Anda mungkin perlu berhati-hati dengan udara yang Anda hirup. Berbagai penelitian telah menentukan bahwa polusi udara berkontribusi pada rendahnya tingkat kesuburan pada pria dan wanita. Beberapa penelitian juga menghubungkan polusi udara dengan keguguran.

Cara untuk Melindungi Diri Dari Polusi Udara Saat Hamil

Menghindari polusi udara memang rasanya sangat sulit. Apalagi bila tinggal di kota besar seperti Jakarta ataupun Bandung. Polusi udara tak hanya ada di luar ruangan saja, bahkan mungkin di dalam rumah anda juga terdapat polusi udara. Polusi di dalam ruangan bahkan bisa 2-5 kali lipat lebih tinggi, lho.

Tapi jangan khawatir, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi paparan polusi udara.

1. Gunakan masker untuk mengurangi bahaya polusi udara

Untuk mengurangi paparan polusi udara di luar ruangan, Bumil dapat mengenakan masker, misalnya saat naik kendaraan umum atau berjalan di trotoar. Untuk perlindungan yang optimal, pakailah masker tipe N95 ya, Bumil. Masker biasa seperti masker bedah tidak akan cukup membantu.

2. Menjauhi asap rokok

Untuk mengurangi risiko Bumil dan Si Kecil dalam kandungan mengalami gangguan kesehatan, hindari asap rokok. Pastikan Bumil tidak merokok dan tidak berada di dekat orang yang merokok.

3. Gunakan pembersih udara (air purifier)

Bumil juga bisa menggunakan alat pembersih udara (air purifier) yang dapat menyaring udara dari asap, bakteri, kuman, serta alergen. Alat ini efektif dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Baca Juga: Paket Kambing Aqiqah Bandung Enak dan Berkualitas (Gratis Ongkir, Gratis Souvenir

https://aqiqahalhilal.com/paket-aqiqah-bandung/

4. Memanfaatkan tanaman untuk membersihkan udara

Selain air purifier, Bunda juga dapat menempatkan beberapa tanaman yang berfungsi sebagai pemurni udara. Tanaman jni secara alami dapat mengganti karbon dioksida dengan oksigen.

Satu tanaman pada tiap 9 meter persegi rumah dapat membantu menjaga udara dalam rumah tetap sehat.

Memanfaatkan tanaman untuk membersihkan udara
Photo by tu tu on Unsplash

Contoh tanaman pembersih udara yaitu, Anggrek, English Ivy, Spider plant, lidah mertua, palem areca dll.

5. Selalu pastikan ventilasi udara berfungsi optimal

Bunda juga harus memastikan udara dapat keluar masuk dengan leluasa dari dalam ke luar rumah dan sebaliknya, dengan pengaturan ventilasi yang baik. Hal ini bertujuan agar terjadi pertukaran udara di dalam ruangan.

Perhatikan juga kondisi ventilasi udara terutama di kamar tidur dan area yang banyak terdapat asap, seperti dapur. Pemasangan kipas exhaust pada ventilasi dapat membantu aliran udara dalam ruangan.

6. Beralih ke bahan pembersih ramah lingkungan

Penggunaan bahan kimia organik juga sangat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Sebab bahan kimia dapat menguap dan terhirup, sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.

Beralih ke bahan pembersih ramah lingkungan

Karena itulah, disarankan menggunakan produk pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan. Biasanya produk ini mencantumkan tulisan “green product” pada label kemasannya.

Bunda juga bisa membuat cairan pembersih rumah tangga dari campuran cuka, baking soda, dan air.

Semoga informasi ini bermanfaat ~yaa~!