Hukum Aqiqah Dalam Islam, Ust Abdul Somad & Buya Yahya Menjawab

Hukum Aqiqah Dalam Islam

Hukum Aqiqah Dalam Islam, dan Dalilnya

Bagaimana hukum aqiqah dalam islam, apakah wajib atau sunnah? mengapa anak tergadaikan dengan aqiqahnya? apakah jika kita belum aqiqah itu dosa? atau apakah jika kita sebagai orangtua tidak mengakikahi anak kita tidak akan masuk surga? itu adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang sering dijumpai, dan berikut dibawah ini adalah penjelasannya.

Apa itu aqiqah?

Apa itu aqiqah

Sebelum lebih jauh mengenai hukum aqiqah, mari kita ketahui dulu apa itu aqiqah. Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah) adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT atas kelahiran anak yang baru saja lahir.

Kegiatan aqiqah menjadi sebuah kegiatan yang dirasa wajib dan harus dilakukan bagi umat Islam.

Ada sebagian dari kita yang masih bertanya-tanya, apakah melakukan aqiqah adalah sebuah kewajiban meski kondisi perekonomian sebuah keluarga tidak mendukung?

Informasi seputar hukum aqiqah sering simpang siur. Karena pendapat yang diberikan para ulama berbeda-beda.

Untuk lebih memahami bagaimana hukumnya, di bawah ini terdapat ulasan singkat mengenai hukum melakukan aqiqah dari berbagai sudut pandang.

Dalil aqiqah (dari hadist shahih)

Mari kita lihat dulu darimana aqiqah ini muncul, kita lihat dari berbagai hadist yang shahih.

1. Hadits Riwayat Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut Tirmidzi.

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويتصدق بوزن شعره فضة أو ما يعادلها ويسمى

Artinya: Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh hewan disembelih, dicukur habis1 rambutnya, dan diberi nama

2. Hadits dalam sahih Bukhari

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Artinya: Setiap anak bersama aqiqahnya, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah gangguan darinya

3. Hadits riwayat Abu Daud

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Artinya: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.

وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً.

Artinya: Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan Hasan dan Husain) mencukur rambut Hasan dan Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya.

4. Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ

Artinya: Barang siapa diantara kaum ingin beribadah tentang anaknya hendaklah dilakukan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya dan seekor kambing untuk anak perempuan

5. Hadits riwayat Abu Daud

أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

Artinya: Nabi beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor kambing kibas

Ayat al-quran mengenai aqiqah

lalu apakah alquran menjelaskan mengenai aqiqah? TIDAK, TIDAK ADA SATU AYAT PUN DALAM AL-QURAN YANG MENJELASKAN TENTANG AQIQAH.

Dengan tidak adanya satupun ayat alquran yang mewajibkan kita untuk melaksanakan aqiqah, kita mulai bisa mengambil kesimpulan bahwa aqiqah tidaklah wajib.

Namun kita tidak bisa begitusaja menyimpulkan sesuatu, oleh karena itu kita harus mencaritahu kepada orang yang berilmu dan paham betul mengenai hal yang ingin kita tanyakan, seperti apa yang dalam alquran jelaskan bahwa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ – 49:6

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Surat Al-Hujurat Ayat 6)

Pandangan ust Buya Yahya, ust Abdul Somad, dan ust Adi Hidayat mengenai hukum aqiqah

Pandai pandailah dalam mencari suatu informasi, carilah informasi itu kepada orang yang berilmu dan paham betul mengenai hal yang ingin ditanyakan. Buya Yahya, Adi Hidayat, dan Abdul Somad adalah ketiga ustadz yang banyak ilmunya dan paham betul mengenai agama islam, sudah banyak berdakwah ke berbagai tempat dan daerah, dan mereka tidak begitusaja menyimpulkan suatu informasi, mereka menyimpulkan informasi berdasarkan ayat alquran.

Dibawah ini adalah video penjelasan dari ke-tiga ustadz tersebut mengenai hukum aqiqah:

Baca Juga: Paket Masakan Kambing Aqiqah Bandung Berkualitas, Rasa Enak & Bersertifikat MUI.
https://aqiqahalhilal.com/paket-aqiqah-bandung/

Kesimpulan berdasarkan ceramah dari ketiga ustadz (Abdul Somad, Buya Yahya dan Adi Hidayat)

Berdasarkan hadis yang ada, dan hasil dari ceramah ketiga ustadz tersebut didapat kesimpulan bahwa:

Hukum aqiqah adalah sunnah, dilaksanakan jika mampu, aqiqah adalah tanggung jawab orangtua, lebih afdol dilaksanakan pada hari ke-7 saat kelahiran anak atupun boleh dilaksanakan kapan saja saat mampu melaksanakannya, untuk anak laki” 2 ekor kambing dan anak peempuan 1 ekor kambing.

Perbedaan Aqiqah dan Penyembelihan Hewan Qurban

Tidak sedikit dari kita yang masih beranggapan jika sebuah keluarga belum mengerjakan perintah aqiqah saat bayinya dilahirkan, maka bisa mengerjakannya saat Hari Raya Idul Adha.

Selain itu ada pula yang beranggapan bahwa aqiqah dan qurban bisa dikerjakan di waktu yang sama. Faktanya, anggapan-anggapan tersebut salah besar.

Sesuai dengan hukum aqiqah di atas, aqiqah dilaksanakan saat seorang bayi lahir ke dunia.

Sedangkan ibadah qurban yang umum dilakukan saat Idul Adha ialah ibadah yang bertujuan untuk berbagi rezeki kepada sesama dan menjadi ibadah untuk memperingati peristiwa Nabi Ibrahim A.S ketika Beliau mengorbankan Nabi Ismail A.S kepada Allah SWT.

Dari sini bisa disimpulkan, perintah untuk aqiqah ketika seorang bayi lahir jauh lebih baik dikerjakan.

Khususnya bagi mereka yang memang mampu mengerjakannya.

Aqiqah dikerjakan dengan tata cara yang telah ditentukan seperti mencukur rambut bayi yang di-aqiqahkan.

referensi:
Youtube
The Noble Quran

1 komentar untuk “Hukum Aqiqah Dalam Islam, Ust Abdul Somad & Buya Yahya Menjawab”

  1. Ping-kembali: Aqiqah Bandung Murah 2020 Enak & Free Souvenir

Tinggalkan Komentar

Ada yang dapat kami bantu?