Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang mudah dinasihati dan patuh. Namun, dalam proses tumbuh kembangnya, ada kalanya Si Kecil tampak sulit diatur. Diminta merapikan mainan malah asyik bermain, dinasihati justru membantah, atau seolah tidak mendengarkan apa yang Ayah dan Bunda sampaikan.

Situasi seperti ini sering kali menguji kesabaran. Padahal, belum tentu Si Kecil sedang membangkang. Bisa jadi ia masih belajar mengenali emosi, memahami aturan, atau belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya. Karena itu, orang tua perlu melihat perilaku anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik dalam mendidik anak. Beliau dikenal sebagai sosok yang lembut, penuh kasih, dan tidak mengedepankan kemarahan. Sikap inilah yang menjadi pengingat bahwa anak lebih mudah belajaar dari apa yang mereka lihat daripada sekadar apa yang mereka dengar. Ketika orang tua mampu bersikap tenang, sabar, dan konsisten, anak pun akan lebih mudah meniru kebiasaan baik tersebut.

Tak kalah penting, luangkan waktyu untuk benar-benar hadir bersama anak. Bermain, mendengarkan cerita mereka, atau sekadar mengobrol dapat menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan. Terkadang, anak yang terlihat sulit diatur sebenarnya sedang mencari perhatian dan ingin merasa didengar.

Di samping ikhtiar mendidik dengan kasih sayang, jangan lupa untuk terus memanjatkan doa kepada Allah SWT. Mohonkan agar hati anak dilembutkan, diberi akhlak yang baik, dan tumbuh menjadi pribadi yang saleh maupun salehah.

Mendidik anak memang tidak selalu mudah, tetapi setiap kesabaran yang dilakukan karena Allah SWT adalah ibadah. Semoga Ayah dan Bunda senantiasa diberikan kekuatan dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati, hingga mereka menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan membanggakan.

Penulis: Indra Rizki

 

Tinggalkan Balasan