Ayah bunda kelahiran sang buah hati adalah sebuah anugrah dari Allah SWT yang memberikan kita satu amanat yakni mendidik,merawat,menjaganya dan menyayanginya dengan sepenuh hati kita.
Akan tetapi ayah bunda adakalanya sang buah hati juga merupakan ujian,terutama bagi seorang ibu yang baru pertama kali mempunyai seorang anak maupun seorang ibu yang sudah memiliki anak,adapun gejalanya seperti Mudah tersinggung atau marah. Cemas berlebih tentang bayi. Sulit tidur meski lelah. Perasaan overwhelmed atau kewalahan di sebut dengan Baby Blues.
Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami banyak wanita di masa-masa awal setelah melahirkan. Kondisi ini cenderung muncul pada hari ke-2 atau ke-3 pascapersalinan. Umumnya, baby blues akan berlangsung selama beberapa hari dan paling lama hingga 2 minggu.
Penyebab baby blues datang dari kadar hormon ibu yang berimbas pada suasana hati dan emosi yang mudah berubah, serta berpikiran bahwa mengurus bayi adalah hal yang merepotkan dan tentunya Tanggung jawab keseharian Bunda tidaklah mudah, terutama bagi Bunda yang baru pertama kali merawat anak sejak awal kelahiran.
Dan juga ketika sang bunda memiliki pengalaman kurang baik dengan anak-anak juga merupakan salah satu penyebab Baby Blues sehingga menganggap bahwa anak merupakan masalah, yang dimana ketika hanya berdua sang ibu tidak perlu terbangun di tengah malam karna tangisan,kini ketika memiliki anak sang ibu harus 24 jam menjaga dan merawatnya.
Berikut adalah merupakan gejala umum Baby Blues yang harus di ketahui oleh ayah bunda,Terutama untuk ayah yang harus siap-siap menghadapi segala resiko:
- Mudah menangis tanpa alasan bahkan tanpa alasan yang jelas
- Perasaan sedih atau murung yang datang dan pergi.
- Perubahan suasana hati (mood swing) secara tiba-tiba misalnya dari bahagia menjadi sedih
- Mudah cemas atau khawatir,terutama terkait kondisi bayi atau kemampuan menjadi ibu.
Dan gejala tersebut haruslah bisa di atasi dengan baik dan tenang,jangan sampai kondisi sang ibu berlanjut menjadi DPP(depresi pasca persalinan) karna kondisi tersebut merupakan kesehatan mental yang memprihatinkan, dimana sang ibu malah membenci sang buah hati dan tak menginginkan kehadirannya.
Lalu bagaimana solusinya mengatasi Baby Blues? ayah bunda berikut merupakan beberapa cara mengatasi Baby Blues:
1. Jangan Memendam Perasaan
Ibu tidak perlu merasa bersalah jika merasa sedih, cemas, atau mudah menangis setelah melahirkan. Ceritakan perasaan tersebut kepada suami, keluarga, sahabat, atau orang yang dipercaya. Dukungan emosional dapat membantu mengurangi beban yang dirasakan.
2. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat mengubah suasana hati. Istirahatlah ketika bayi sedang tidur dan jangan ragu meminta bantuan pasangan atau anggota keluarga untuk merawat bayi sementara.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan seimbang yang kaya protein, buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan cukup cairan. Nutrisi yang baik membantu menjaga energi dan mendukung kesehatan fisik maupun mental.
4. Jangan Ragu Meminta Bantuan
Merawat bayi adalah tanggung jawab bersama. Mintalah bantuan suami, orang tua, atau keluarga untuk pekerjaan rumah atau mengasuh bayi agar ibu memiliki waktu untuk beristirahat.
5. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Sisihkan beberapa menit setiap hari untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti membaca, mendengarkan musik, berdoa, berjalan santai, atau menikmati secangkir teh. Waktu singkat untuk diri sendiri dapat membantu mengurangi stres.
7. Lakukan Aktivitas Fisik Ringan
Jika kondisi tubuh sudah memungkinkan dan mendapat izin dari tenaga kesehatan, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau peregangan. Aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati melalui pelepasan endorfin.
8. Jaga Komunikasi dengan Pasangan
Suami memiliki peran penting dalam proses pemulihan ibu. Komunikasikan kebutuhan, kelelahan, dan perasaan secara terbuka agar pasangan dapat memberikan dukungan yang sesuai.
9. Perkuat Ibadah dan Spiritual
Bagi seorang Muslim, mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat menjadi sumber ketenangan. Perbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon kemudahan kepada Allah. Dukungan spiritual dapat menjadi pelengkap dari dukungan keluarga dan perawatan medis.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(Q.S Ar-R’ad)
10. Segera Cari Bantuan Profesional Bila Diperlukan
Apabila gejala tidak membaik setelah sekitar dua minggu, semakin berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi, segera konsultasikan dengan dokter, psikolog, atau psikiater. Penanganan dini dapat mencegah kondisi berkembang menjadi depresi pasca persalinan.
Pada dasarnya sang buah hati adalah amanat yang harus di jaga oleh ayah dan bunda yang dimana merupakan sebuah tangtangan juga tangung jawab jadi Komunikasi dan saling bantu adalah sebuah keharusan bagi ayah dan bunda.
Penulis: Husein Ali Nasrulloh
