Cara Melindungi Ibu Hamil dari Gangguan Ghaib, Yuk Cari Tahu!

Bagaimana Cara Melindungi Ibu Hamil dari Gangguan Syaitan?

Aqiqah al Hilal – Hal yang Ghaib berdampingan dengan kita, Insan Manusia di Dunia. Memang hal Ghaib adalah makhluk di Muka Bumi ini yang tidak kasat mata. Tapi, tahukah Ayah & Bunda, salah satu Insan Manusia di Muka Bumi ini yang cukup “Sensitif” dengan hal tersebut adalah Ibu Hamil? Bagaimanakah cara melindungi ibu hamil dari gangguan ghaib?

Salah satu hal yang dapat dilaksanakan oleh Ibu Hamil ketika tengah mengandung Buah Hati adalah dengan senantiasa Berdzikir seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dilansir dari laman islampos.com, salah satu Dzikir yang dapat dibaca oleh Ibu Hamil agar terhindar dari Gangguan Syaitan adalah dengan membaca Dzikir Al Muawwidaat. Apa itu Dzikir Al Muawwidaat? Dzikir Al Muawwidaat adalah Dzikir dengan membaca:

  • Surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Naas pada Sore Hari dan Pagi Hari sebanyak tiga kali.
  • Membaca 10 Ayat Al Baqarah. “Yakni empat ayat di awal Al Baqarah, ayat Kursi, dan dua ayat setelahnya, dan tiga ayat penutupnya, awalnya (adalah Lillahi maa fis samaawaati…)” Hal tersebut disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud RA.
  • Membacakan Doa-Doa Perlindungan yang Berasal dari Sunnah Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya ayah kalian membacakan doa perlindungan buat Ismail dan Ishaq: “Audzu bikalimaatillahi taammati min kulli syaithanin wa hammah wa min kulli ‘ainin laammah“. Hal tersebut disampaikan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwasannya Rasulullah SAW membacakan Doa tersebut untuk Hasan dan Husain.

Ayah&Bunda, itulah beberapa Dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang InsyaAllah bermanfaat bagi Bunda yang saat ini tengah mengandung Buah Hati.

Selain mendapatkan Pahala Ibadah, InsyaAllah membaca Dzikir pun akan bermanfaat agar Allah SWT senantiasa melindungi dan terhindar dari gangguan Syaitan.

Wallahu’alam bishawab.

Setelah membahas tentang cara melindungi ibu hamil dari gangguan ghaib, ayah dan bunda perlu mengetahui bagaimana cara pencegahan gangguan ghain untuk sang bayi.

Hal tersebut dapat dilakukan sedini mungkin, bahkan semenjak hendak melakukan hubungan suami istri (jimak), perhatikan doa yang telah Rasulullah contohkan:

بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ

Bismillahil ‘aliyyil ‘azhim. Allahummaj’alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbi. Allahumma jannibnis syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtani.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku.”