Kebiasaan Sepele yang Berpengaruh Buruk Terhadap Anak

Kebiasaan Sepele yang Berpengaruh Buruk Terhadap Anak

Aqiqah Al Hilal – Ayah, Bunda, menjadi orangtua merupakan peran yang tidak mudah. Tanggung jawab yang dimiliki pun tentunya mesti terus dipegang sejak anak lahir hingga ia menginjak dewasa dan menemukan pendampingnya sendiri. Selain itu, tanggung jawab yang dimiliki oleh orangtua tentunya sangat beragam, mulai dari memenuhi kebutuhan hidup anak, hingga memastikan pola asuh dan pendidikan yang terbaik baginya. Hal itulah yang membuat status orangtua tidak hanya cukup dengan finansial yang mapan, akan tetapi juga harus memiliki kemampuan parenting yang baik. Jangan sampai ketika menjadi orangtua, kita sampai melakukan beberapa kesalahan yang terbilang sepele tetapi dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Apa saja kebiasaan buruk tersebut? Simak penjelasan berikut!

  1. Sikap plin plan pada orangtua terhadap anak

Sikap plin plan atau tindakan yang tak konsisten dilakukan. Siapa pun dapat berpotensi melakukan hal tersebut, termasuk orangtua. Sikap plin plan atau tak konsisten pada anak akan memberikan dampak yang buruk. Mereka bisa merasa kebingungan hingga menyepelekan kesalahan karena ia yakin akan dimaafkan tanpa diberi hukuman sedikit pun. Itulah alasan kenapa sebagai orangtua, kita harus bersikap tegas dan konsisten supaya anak tak salah mempersepsikannya.

  1. Kebiasaan memegang gadget di depan anak

Di era digital masa kini, semua orang pastinya memiliki gadget. Akses gadget yang sangat mudah tentunya dapat memungkinkan semua orang agar dapat menggunakannya dengan baik. Meskipun gadget dianggap sebagai benda yang penting untuk menunjang kebutuhan sehari-hari, namun jangan sampai hal ini menjadi kebiasaan di depan anak. Nantinya dikhawatirkan ia akan merasa diabaikan hingga memiliki rasa kepercayaan diri yang minim karena hal tersebut.

  1. Berbicara tanpa dipikir terlebih dahulu

Orangtua memiliki pengaruh penting yang bisa ditunjukan melalui cara dalam berbicara. Tentu saja hal ini akan sangat mudah ditiru oleh anak. Tak heran jika orangtua yang memiliki kebiasaan asal berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu, justru dapat membuat anak meniru hal tersebut. Dampaknya adalah anak akan mengalami kesulitan dalam membedakan mana ucapan yang sekiranya baik dan mana yang dapat menyinggung perasaan orang lain hingga mendatangkan suatu masalah.

  1. Menormalisasi kesalahan anak

Permasalahan yang biasanya terjadi secara berulang pada suatu keluarga adalah sulitnya orangtua dalam berlaku tegas terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Banyak orangtua yang justru menormalisasikan kesalahan tersebut demi melindungi anak, atau bahkan mengatasnamakan rasa sayang terhadap anak. Hal seperti inilah yang dapat terus menjadi suatu kebiasaan hingga anak beranjak dewasa. Sebab mereka tidak diberikan paham bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah tindakan yang salah. Itulah alasan kenapa sebaiknya orangtua harus lebih berani bersikap tegas kepada anak saat mereka melakukan kesalahan.

  1. Berbicara dengan nada tinggi

Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Bahkan tak jarang banyak orangtua yang kerap terpancing emosi karena apa yang telah dilakukan oleh anak-anaknya. Meskipun merasa kesal, berbicara dengan nada tinggi apalagi hingga membentak anak bukanlah hal yang tepat. Nantinya, dikhawatirkan anak akan merekam hal tersebut dalam memorinya sehingga memiliki persepsi buruk terhadap orangtuanya. Bahkan dalam konteks yang lebih lanjut, mereka bisa saja menirukan tindakan tersebut.

Beberapa hal di atas bisa terbilang sepele dan kadang kala jarang terpikirkan efeknya karena dirasa tak terlalu penting. Padahal dampak yang ada justru bisa sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta karakter anak. Oleh sebab itu, jangan disepelekan, ya!

Sumber gambar: www.voi.id

Penulis: Elis Parwati