Bagaimana Pelaksanaan Aqiqah di Bulan Ramadhan?

Bagaimana Pelaksanaan Aqiqah di Bulan Ramadhan?

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Banyak ayah dan bunda bertanya, bolehkah melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan? Jawabannya: boleh. Bahkan, melaksanakan aqiqah di bulan yang mulia ini bisa menjadi momen yang penuh keberkahan.

Aqiqah adalah ibadah sunnah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Biasanya dilaksanakan pada hari ke-7 setelah kelahiran. Namun, jika belum mampu pada hari tersebut, aqiqah tetap boleh dilakukan di hari-hari berikutnya ketika Ayah Bunda udah memiliki kemampuan.

Lalu bagaimana jika dilakukan di bulan Ramadhan?

Secara pelaksanaan, aqiqah di bulan Ramadhan tidak berbeda dengan bulan lainnya. Orang tua menyembelih kambing (dua ekor untuk anak laki-laki, satu ekor untuk anak perempuan), kemudian dagingnya diolah dan dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta yang membutuhkan. Yang membedakan hanya suasananya—karena dilakukan di bulan suci.

Jika aqiqah dilakukan saat Ramadhan, pembagian makanan bisa sekaligus menjadi hidangan berbuka puasa. Ini tentu menjadi kebaikan yang berlipat, karena selain menjalankan sunnah aqiqah, kita juga berbagi makanan kepada orang yang berpuasa.

Bagi ayah dan bunda yang ingin melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan, berikut beberapa tips sederhana:

  1. Luruskan niat karena Allah. Aqiqah adalah ibadah, bukan sekadar tradisi.
  2. Pilih hewan yang sehat dan sesuai syariat. Pastikan kambing tidak cacat dan cukup umur.
  3. Rencanakan pembagian dengan baik. Bisa dibagikan menjelang berbuka agar lebih bermanfaat.
  4. Sesuaikan dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri di luar kemampuan finansial.

Yang terpenting, aqiqah tidak harus menunggu momen mewah. Laksanakan dengan sederhana namun sesuai dengan syariat yang berlaku. InsyaAllah, keberkahan Ramadhan akan semakin terasa ketika diisi dengan ibadah dan rasa syukur atas amanah buah hati. Semoga Allah memudahkan setiap ayah dan bunda dalam menunaikan ibadah aqiqah.

Penulis: Indra Rizki