Memilih hewan untuk aqiqah bukan hanya tentang ukuran dan kondisi fisiknya, tetapi juga memastikan domba yang digunakan berada dalam kondisi sehat dan layak. Salah satu penyakit yang perlu dikenali pada hewan berkuku belah seperti domba adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yaitu penyakit virus yang sangat mudah menular antarhewan. Domba dan kambing termasuk hewan yang dapat terserang penyakit ini.
Pada domba, tanda PMK terkadang tidak terlalu jelas sehingga perlu perhatian lebih. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain demam, lemas, nafsu makan menurun, pincang, serta munculnya luka pada area kaki dan mulut.
Karena itu, domba yang terlihat sakit, lemas, tidak aktif, sulit berjalan, kehilangan nafsu makan, atau menunjukkan luka dan lepuhan pada mulut maupun bagian sekitar kuku sebaiknya tidak dipilih untuk aqiqah. Selain memperhatikan kondisi kesehatan, hewan aqiqah juga perlu dipastikan memenuhi ketentuan syariat, seperti cukup umur dan tidak memiliki cacat yang menghalangi kelayakannya sebagai hewan aqiqah.

Penting untuk diketahui, PMK pada dasarnya merupakan penyakit hewan dan bukan penyakit yang menjadi ancaman kesehatan langsung bagi manusia. Namun, bahan pangan asal hewan tetap seharusnya berasal dari hewan yang sehat dan layak masuk rantai pangan.
Karena itulah, pemilihan hewan dan proses pengolahannya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan aqiqah. Aqiqah Al Hilal senantiasa berikhtiar menggunakan domba yang sehat dan berkualitas, kemudian mengolahnya dengan memperhatikan kebersihan dan ssesuai syariat. Selain itu, Aqiqah Al Hilal menghadirkan produk aqiqah yang halal dan telah bersertifikat halal MUI, sehingga Ayah dan Bunda dapat menunaikan ibadah aqiqah dengan lebih tenang.
Insya Allah, dengan memilih hewan yang sehat, memenuhi ketentuan syariat, dan diolah secara higienis, ibadah aqiqah dapat terlaksana dengan penuh ketenangan dan keberkahan.

