Tahapan Tekstur Makanan Bayi pada Usia MPASI, Yuk Ketahui!

Tahapan Tekstur MPASI Bayi pada Usia 6, 7, 8, Hingga 12 Bulan

Aqiqah al Hilal – Usia yang tepat untuk seorang Bayi Makan dimulai sejak si kecil berusia 6 Bulan. Apakah Bunda memiliki Buah Hati yang telah mencapai usia MPASI tersebut? Mungkin tidak terduga. Di usia 6 Bulan tersebut si kecil semakin aktif ya Bunda! Mulai dari menegakkan kepala, hingga mulai mengenal makanan selain ASI.

Eits jangan lupa! Makanan yang tepat untuk Si Kecil ketika telah memasuki usia tersebut adalah Makanan Pendamping Asi yang akan menjadi makanan utama bagi si Kecil. Tahukah Bunda, terdapat beberapa tahapan untuk bayi usia 6 hingga 12 bulan untuk mengonsumsi Mpasi?

Dilansir dari laman prenagen.com inilah 5 tahapan tekstur Mpasi yang perlu bunda ketahui. Bagaimana tahapannya?

1. Usia 6 Bulan
Tekstur MPASI bayi 6 bulan adalah halus semi cair.

2. Usia 7-8 Bulan
Memasuki usia 7 bulan, tekstur Mpasi pada bayi sudah mulai naik. Dilansir dari laman prenagen.com jika sebelumnya tekstur makanan sangat halus, kini ia sudah diperbolehkan untuk mencoba menu MPASI dengan tekstur agak kasar.

3. Usia 9-19 Bulan
Pada usia tersebut, tekstur Mpasi untuk si kecil sudah dapat diperkenalkan dengan makanan tanpa blender.

4. Usia 11 Bulan
Jika sebelumnya bayi diberikan makanan tanpa disaring atau bubur kasar, kini sudah waktunya si Kecil untuk mencoba nasi tim. Tanpa perlu disaring tentunya.

5. Usia 12
Akhirnya si kecil masuk satu tahun! Di usia ini, si kecil juga perlu diberikan makan dengan frekuensi yang lebih sering.

Itulah tahapan tekstur Mpasi Bayi yang perlu Bunda ketahui.

Terdapat alasan khusus mengapa pemberian ASI eksklusif hanya berlangsing selama 6 bulan dan harus diberikan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) setelahnya.

Hal ini disebabkan karena bayi pada usia 6 bulan ke atas membutuhkan gizi harian yang lebih banyak dari pada usia sebelumnya, sehingga ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut.

MPASI sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tidak bisa dipenuhi oleh ASI ataupun  susu formula bayi.

Di samping itu, pemberian makanan yang bertekstur tidak seperti ASI berfungsi untuk melatih otot promotor (otot-otot yang terletak pada bagian mulut), kemampuan motorik, dan mencegah masalah gizi pada bayi.

Tinggalkan Komentar