Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang dipenuhi cinta, tanggung jawab, dan pengorbanan. Ada waktu istirahat yang dikorbankan, tenaga yang dikerahkan, hingga doa-doa yang terus dipanjatkan demi melihat anak tumbuh sehat, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Terkadang, perjuangan tersebut terlihat sederhana. Ayah bekerja sejak pagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara Bunda memastikan anak mendapatkan makanan yang layak, mendampingi belajar, dan mengingatkan ketika mereka melakukan kesalahan. Namun, di balik rutinitas yang tampak biasa itu, terdapat kesempatan untuk meraih pahala ketika semuanya dilakukan dengan niat yang baik karena Allah SWT.

DAlam Islam, menafkahi keluarga bukan sekadar kewajiban, tetapi juga dapat menjadi ladang pahala. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa nafkah yang diberikan seseorang kepada keluarganya dengan mengharapkan rida Allah akan bernilai sedekah.
Artinya, kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membelikan anak makanan bergizi, menyediakan perlengkapan sekolah, membayar biaya pendidikan, hingga memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus dan melalui cara yang halal.
Tentu, mendidik anak tidak selalu mudah. Ada kalanya orang tua merasa lelah, khawatir terhadap masa depan anak, atau harus menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Semua itu merupakan bagian dari perjalanan orang tua dalam membimbing anak menuju kebaikan.
Karena itu, jangan pernah menganggap remeh perjuangan yang selama ini Ayah dan Bunda lakukan. Setiap langkah untuk mencari nafkah halal, setiap upahaya memberikan pendidikan terbaik, dan setiap doa untuk kebaikan anak adalah bagian dari ikhtiar yang insyaAllah bernilai di sisi Allah SWT.
Sebab, mendidik anak bukan hanya tentang mempersiapkan masa depan mereka, tetapi juga menjadi jalan bagi orang tua untuk menanam kebaikan yang pahalanya diharapkan terus mengalir. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Selengkapnya: Instagram
