Cara Memberikan Hukuman pada Anak Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Cara Memberikan Hukuman pada Anak Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Aqiqah al Hilal – Sahabat Al Hilal, memiliki buah hati hukumnya sunah dalam islam. Namun, jika kita dipercaya serta dianugerahi seorang anak oleh Allah SWT, maka mendidiknya hukumnya wajib.

Maka dari itu, sebelum melaksanakan kewajiban tersebut, alangkah lebih baik jika kita mengetahui serta mempelajari terlebih dahulu mengenai cara-cara mendidik anak sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.

Namun, jika pendidikan biasa telah dilakukan dan anak tersebut dirasa memiliki sikap yang kurang baik, bagaimanakah cara menghadapi serta menangani anak tersebut?

Memberikan hukuman merupakan jawaban yang paling tepat untuk masalah tersebut.

Memberikan hukuman ketika anak melakukan sesuatu yang salah atau melanggar peraturan, merupakan metode yang efektif dalam membina dan mendidik anak.

Prinsip dasar dalam menghukum anak adalah sebagai solusi terakhir ketika semua metode biasa yang dilakukan tidak berhasil.

Pola mendidik anak sesuai sunah juga harus memperhatikan pemberian hukuman kepada anak. Berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat memberikan hukuman kepada anak:

  1. Jangan sampai merendahkan derajat dan martabat
  2. Jangan sampai menyakiti anak
  3. Harus memberikan kesan emosional
  4. Tidak menyakiti secara fisik
  5. Hukuman hendaknya dilakukan dengan tujuan mengubah perilaku yang salah atau tidak baik
  6. Diikuti dengan memberikan permintaan maaf dan disertai dengan harapan dan kepercayaan agar si anak tidak mengulangi kesalahan.

Nah, itu dia tadi beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam memberikan hukuman ketika anak melakukan sesuatu yang salah atau melanggar peraturan.

Jangan sampai salah mengambil keputusan serta tindakan ya, Ayah dan Bunda! Karena, walau bagaimanapun, seorang anak merupakan titipan dari Allah SWT.

Maka dari itu, dalam mendidik seorang anak kita harus berhati-hati serta senantiasa belajar untuk memberikan didikan yang terbaik untuk anak tersebut.

Agar kelak, anak tersebut pun dapat menjadi jalan bagi Ayah dan Bunda menuju surga Allah SWT kelak.

Aamiin yaa Rabbal’aalamiin.

Sumber: bincangmuslimah.com

Penulis: Aisyah