Ketika Si Kecil Bertanya "Ayah Bunda, Allah Itu Ada Di Mana?"

Ketika Si Kecil Bertanya “Ayah Bunda, Allah Itu Ada Di Mana?”

Aqiqah al Hilal – Ayah, Bunda. Bagaimana caranya menjawab ketika si kecil bertanya siapakah Allah? Selain itu, pasti setiap orang tua juga pernah mendapatkan pertanyaan semacamnya seperti “Bunda Allah itu apa? Allah itu siapa? Allah itu seperti apa? Allah ada di mana?”.

Namun, ketika Ayah dan Bunda menjelaskan sering kali si kecil merasa tidak puas dengan jawaban yang kita berikan.

Sehingga Ayah dan Bunda kerap kali menjawab asal atau seadanya guna membuatnya diam dan tidak banyak bertanya lagi.

Ayah, Bunda. Serewel apa pun anak kita dalam bertanya, pasti akan tetap ada batasnya. Jangan sampai kita menyampaikan jawaban dan penjelasan yang salah karena hal tersebut akan melekat dibenaknya hingga ia menginjak usia dewasa.

Ketika dia bertanya, kenapa kita tidak mencoba menjelaskan dengan cara mencoba mengajak si kecil berbincang-bincang?

Seperti, kamu tahu Allah tidak? Coba kamu kedipkan mata kamu, itu siapa yang membuat mata kita bisa berkedip? Allah. Siapa yang menjadikan makan enak? Allah. Siapa yang menjadikan kamu tidur? Allah. Siapa yang mencabut nyawa seseorang? Allah.

Jadi, ketika kita mendapatkan pertanyaan di manakah Allah berada? Kita dapat langsung menjelaskan bahwa di mana pun kita berada, Allah akan selalu melihat kita.

Oleh karena itu, kita coba alihkan dengan cerita yang panjang. Ceritakan, bahwa Allah adalah Zat yang Maha Menciptakan kita, dunia dan segala isinya.

Lalu, jika si kecil bertanya, “apakah Allah seperti Raja?” Lalu kita jawab, “apakah kamu tahu Raja? Allah juga yang menciptakan Raja, Allah yang menurunkan Raja dan Allah juga yang mematikan Raja”.

Mungkin saja Raja di pikiran si kecil adalah sosok yang hebat, yang serba bisa salah satunya menguasai kerajaan. Ceritakan betapa hebatnya sosok seorang Raja, tapi lebih hebat lagi Allah SWT yang bisa menciptakan dan mematikan Raja.

Maka seketika ia akan mulai mengagungkan Allah SWT yang lebih hebat segalanya dari Raja.

Ayah dan Bunda tidak boleh menyerah untuk memberitahukan kebaikan kepada si kecil. Alihkan perhatian si kecil kepada Allah beritahukan segala ke-Agungan yang dimiliki dan diciptakan oleh-Nya seperti siang, malam, langit, bumi dan beserta isinya.

Jangan sampai kita mengalihkan perhatiannya kepada persepsi yang salah. Terus berusaha untuk mengalihkan perhatiannya kepada Allah SWT, hingga akhirnya secara perlahan ia akan mulai lupa dengan persepsinya yang kurang tepat.

Sepanjang waktu pasti akan muncul rentetan pertanyaan dari si kecil, tapi pada akhirnya ia akan lupa dan akan teralihkan karena kita yang senantiasa membantunya untuk mengenal Allah dan segala hal dimulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Kita juga tidak boleh sampai terbawa kepada persepsi anak yang kurang tepat. Maka pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa Allah SWT tidak bertempat karena memang pada hakikatnya Allah tidak memerlukan tempat.

Jangan tunjuk Allah di tempat, entah itu di atas di bawah kanan kiri atau di mana-mana. Cukup dengan menjawab bahwa Allah ada dan bisa melihat di mana pun kita berada.

Sumber gambar: www.orami.co.id

-TE