Begini Etika Dalam Bersedekah Yuk Ajarkan Kepada Anak-Anak Sejak Dini!

Begini Etika Dalam Bersedekah Yuk Ajarkan Kepada Anak-Anak Sejak Dini!

Aqiqah Al Hilal – Bagi seorang Muslim yang diberi kelimpahan rezeki, tanggung jawabnya adalah berbagi dengan sesama yang membutuhkan dan kurang mampu.

Tindakan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan manusia. Untuk menunaikan sedekah dengan baik, ada beberapa adab atau etika yang perlu diperhatikan, terutama saat kita memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan.

Adapun adab dalam bersedekah, seperti yang disampaikan dalam majalahhidayatullah.com, harus diajarkan kepada anak-anak agar mereka memahami nilai-nilai kebaikan dan keberkahan yang terkandung di dalamnya.

Pertama, bersedekah dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Allah hanya menerima sedekah yang diberikan dengan niat mencari keridhaan-Nya, baik itu sedekah wajib maupun sunnah.

Sedekah yang diberikan atas selain keridhaan-Nya akan ditolak. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada orang yang masuk neraka karena tidak ikhlas dalam bersedekah, mereka memberi hanya untuk dipuji atas kemurahan hati mereka (Riwayat Muslim).

Kedua, mengeluarkan sedekah tepat waktu. Jika sudah wajib memberikan zakat atas harta yang dimiliki, hendaknya dilakukan tanpa menunda-nunda. Menunda zakat tanpa alasan yang jelas akan mendatangkan murka Allah.

Ketiga, menyembunyikan sedekah sebaik mungkin dari pengetahuan orang lain. Hal ini dilakukan agar perbuatan baik tidak tercemari oleh godaan rasa riya’ (pamer), serta untuk melindungi perasaan penerima sedekah.

Islam mendorong agar setiap orang berusaha secara mandiri dan menjaga kerahasiaan kondisi keuangan keluarganya.

Namun, jika ada yang meminta-minta di tempat umum, disarankan untuk memberi dengan ikhlas. Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 271).

Keempat, boleh menampakkan sedekah dengan tujuan memberikan contoh yang baik kepada orang lain, bukan karena ingin memamerkan diri.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membuat contoh yang baik maka dia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang beramal dengannya sampai hari Kiamat.” (Riwayat Muslim).

Kelima, jangan mengungkit-ungkit sedekah yang telah diberikan kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memperdaya, orang yang kikir, dan orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian.” (Riwayat Ahmad).

Keenam, jangan menganggap remeh jumlah sedekah yang diberikan. Hal ini untuk menghindari sikap sombong yang bisa menghalangi keberkahan sedekah. Para ulama mengingatkan bahwa kebaikan tidak akan sempurna kecuali dengan tiga hal: merasa ringan dalam memberi, melakukannya dengan segera, dan menyembunyikannya.

Ketujuh, memberi prioritas sedekah kepada kerabat. Hal ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan yang memiliki pahala yang tak ternilai.

Dengan melaksanakan adab-adab ini, diharapkan anak-anak akan tumbuh sebagai individu yang memiliki kepedulian dan penuh kasih sayang, serta mewarisi nilai-nilai kebaikan yang dapat membawa manfaat bagi mereka dan masyarakat sekitarnya.

Sumber gambar: Blog Kitabisa

Penulis: Elis Parwati