Cara Melatih Si Kecil Agar Banyak Akal dan Berpikir Cepat

Cara Melatih Si Kecil Agar Banyak Akal dan Berpikir Cepat

Aqiqah Al Hilal – Tahukah Ayah dan Bunda? Melatih si Kecil agar banyak akal dan berpikir cepat sejak dini merupakan hal yang patut kita lakukan. Memiliki banyak akal serta cara berpikir yang cepat juga dapat menjadikan si Kecil menjadi berprestasi di sekolah.

Meskipun begitu, mengajarkan si Kecil untuk menjadi seperti itu bukanlah tugas yang mudah. Terlebih lagi, jika usia si Kecil masih 1-3 tahun. Lantas, bagaimana ya cara mendorong si Kecil agar cerdas dan berpikir cepat sejak dini? Berikut merupakan penjelasannya melansir dari laman generasimaju.co.id:

1. Dorong Anak Melakukan Sesuatu dengan Caranya Sendiri

Si Kecil memang maunya dibantu karena masih merasa tidak mampu. Tapi, di sinilah tugas Ayah dan Bunda sebagai orang tua untuk meyakinkan anak bahwa ia bisa sendiri. Tidak ada hal yang tidak mungkin kalau kita tidak mau berusaha.

Ingat, ya Ayah dan Bunda, kalau kita selalu membimbing anak untuk melakukan segala hal tanpa ada memberi kesempatan untuk mencobanya sendiri, mereka tidak akan mau menyelesaikan masalahnya sendiri.

Padahal, ini adalah pengalaman penting yang mereka butuhkan untuk belajar dan tumbuh. Jadi ambil contoh ketika Ayah dan Bunda minta Si Kecil untuk membereskan mainannya tanpa dibantu. Mula-mula ia mungkin akan bingung bagaimana caranya. Hasil pekerjaannya mungkin juga tidak rapi dan butuh waktu yang lama.

2. Jangan Terus Berkata “Tidak”, “Bukan”, atau “Jangan”

Ketika anak sedang bermain dan mencoba bereksperimen, jangan batasi imajinasinya dengan terus mengucapkan “Tidak”, “Bukan”, atau “Jangan”. Misalnya, “Jangan pegang gunting!” atau “Bukan begitu cara main puzzle yang benar!”, atau bahkan “Tidak boleh pakai gelas untuk mainan air, ya!” Lama kelamaan, anak malah akan merasa segala hal yang dilakukannya salah sehingga tidak berani lagi untuk mencoba mengungkapkan ide atau keinginannya.

Bisa juga membuat anak jadi murung bila Ayah dan Bunda melarangnya sambil marah. Solusinya, Ayah dan Bunda bisa tawarkan alternatif lain untuk anak dengan memberi tahu juga efek baik dan buruknya. Seperti dengan berkata, “Gelas itu kan untuk kita minum, nanti kalo dipakai main jadi kotor. Kakak pakai yang lain, ya?” Kalau hanya melarang anak dengan kata “tidak boleh” atau “jangan” justru bisa membuatnya tambah penasaran untuk mencoba.

3. Biasakan Anak Pecahkan Masalahnya Sendiri

Ketika menghadapi masalah atau konflik, anak perlu diajarkan bagaimana cara menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi terbaik. Ajarkan anak untuk membuat langkah-langkah pemecahan masalah sebelum akhirnya menemukan solusi.

Coba juga untuk mendorong anak-anak mengeksplorasi, mengajukan pertanyaan, atau melakukan berbagai hal secara berbeda agar ia bisa mengasah kemampuan berpikirnya. Memancing anak berpikir lewat tanya jawab bisa jadi salah satu cara meningkatkan rasa ingin tahu anak.

4. Ajak Anak Bermain Prakarya

Cara melatih anak agar punya banyak akal berikutnya bisa dengan mengajak Si Kecil bermain prakarya atau kreasi seni. Melakukan percobaan ini dapat memunculkan imajinasi anak. Semakin sering anak melakukan eksperimen atau prakarya, semakin berkembang pula ide, daya pikir, dan akalnya.

5. Rutin Membacakan Dongeng atau Cerita

Rutin membacakan dongeng atau cerita anak bisa mempertajam keterampilan pendengaran anak, lho! Ketika anak mendengarkan cerita yang berbeda, anak akan mampu mendeskripsikan karakter dan perannya seperti apa.

6. Bantu Anak Mencari Minatnya

Bantu anak memuaskan rasa ingin tahunya sehingga ia bisa terus mengasah akalnya dan makin mengenal dunia sekitar. Jadi bila anak-anak menunjukkan ketertarikan dan minat pada suatu topik, Ayah dan Bunda bisa fasilitasi proses belajar mereka, seperti dengan menyediakan alat atau perlengkapan yang terkait dengan hobi barunya.

Dengan begitu, anak akan lebih banyak terlibat dan mau bereksperimen lebih dalam mengenai topik atau hobi tersebut.

7. Dukung dengan Asupan Nutrisi yang Tepat

Untuk mendukung Si Kecil agar banyak akal dan menjadi anak yang berpikir cepat, pastikan Ayah dan Bunda memberikan asupan nutrisi yang tepat, ya!

Sumber gambar: Flipkart

Penulis: Aisyah