Ayah Bunda, Si Kecil adalah Amanah Bukan Milik Kita

Ayah Bunda, Si Kecil adalah Amanah Bukan Milik Kita

Pilih Paket Aqiqah Sesuai Budget & Kebutuhan Anda!

Kami bantu pilihkan paket aqiqah terbaik. Konsultasikan budget & jumlah dus Anda sekarang!

👉 Konsultasi Paket Aqiqah Sekarang →

Dalam Islam, kehadiran anak bukan sekadar pelengkap kebahagiaan rumah tangga. Anak adalah amanah dari Allah, titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Allah ď·» berfirman:

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (amanah), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15)

Anak Bukan untuk Dikendalikan, tapi Dibimbing

Sering kali, tanpa disadari, orang tua ingin “memiliki” anak sepenuhnya: menentukan semua pilihan hidupnya, memaksakan mimpi, bahkan mengabaikan fitrah dan potensi yang Allah titipkan pada dirinya. Padahal, tugas orang tua bukan mengendalikan masa depan anak, melainkan membimbing mereka agar mengenal Rabb-nya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayah dan Bunda adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Kepemimpinan ini bukan soal kuasa, tetapi soal tanggung jawab: menanamkan iman, akhlak, adab, dan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mendidik dengan Kesadaran Amanah

Ketika kita menyadari bahwa anak adalah amanah, cara pandang kita akan berubah. Kita akan lebih berhati-hati dalam berkata, lebih sabar dalam mendidik, dan lebih banyak berdoa daripada memaksa. Kita memahami bahwa hasil bukan sepenuhnya di tangan kita—tugas kita adalah berikhtiar sebaik mungkin, sedangkan hidayah tetap milik Allah.

Orang tua yang menyadari amanah akan bertanya pada dirinya:

  • Sudahkah aku menjadi teladan yang baik?
  • Sudahkah aku mengenalkan anak pada Al-Qur’an dan shalat?
  • Sudahkah aku mendidik dengan kasih sayang, bukan kemarahan?

Amanah yang Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Suatu hari nanti, anak-anak akan tumbuh dewasa dan menjalani hidupnya sendiri. Saat itulah amanah ini “dikembalikan” kepada Allah. Yang tersisa bagi orang tua hanyalah catatan: apakah amanah itu dijaga dengan baik atau disia-siakan.

Maka Ayah Bunda, mari luruskan niat. Rawat amanah ini dengan iman, ilmu, dan doa. Sebab Si Kecil bukanlah milik kita, mereka adalah titipan Allah yang harus kita antar menuju jalan-Nya, sebaik yang kita mampu.

Penulis: Indra Rizki