Ayah Bunda, aqiqah adalah ibadah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sebagai wujud syukur atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini dilaksanakan dengan menyembelih hewan ternak (kambing atau domba) sesuai ketentuan syariat, kemudian dagingnya dimasak dan dibagikan. Agar ibadah aqiqah diterima dan sah di mata syariat, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Hal-Hal yang Menyebabkan Aqiqah Menjadi Tidak Sah

Aqiqah pada dasarnya berlandaskan pada penyembelihan hewan ternak. Oleh karena itu, faktor ketidaksahan utama berpusat pada hewan dan proses penyembelihannya.

1. Hewan yang Digunakan Tidak Memenuhi Syarat

Hewan yang disembelih untuk aqiqah harus memenuhi kriteria yang sama dengan hewan kurban, terutama dalam hal jenis dan kondisi fisik:

2. Proses Penyembelihan Tidak Sesuai Syariat

Proses penyembelihan adalah inti dari aqiqah. Jika proses ini tidak benar, maka hukumnya menjadi bangkai, bukan hewan yang halal:

3. Waktu Pelaksanaan yang Tidak Tepat (Khilaf Ulama)

Meskipun mayoritas ulama sepakat bahwa waktu sunnah aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran, perbedaan pendapat muncul jika dilakukan setelah masa baligh:

Kesimpulan, Ikhlas dan Mematuhi Syarat

Agar aqiqah sah dan penuh berkah, pastikan dua hal utama, keikhlasan niat untuk bersyukur kepada Allah, dan memastikan hewan dan tata cara penyembelihan memenuhi seluruh syarat syariat yang telah ditetapkan. Dengan demikian, ibadah aqiqah menjadi sempurna, baik dari sisi spiritual maupun teknis.