Kehadiran si kecil tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi Ayah dan Bunda yang menginginkan buah hati. Di tengah rasa syukur menyambut anggota keluarga baru, ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kebutuhan bayi, perlengkapan sehari-hari, hingga biaya persalinan dan pemulihan ibu.
Salah satu hal yang juga kerap dipikirkan oleh orang tua adalah pelaksanaan aqiqah. Dalam Islam, aqiqah dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran buah hati. Pelaksanaannya biasa dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, dan terdapat pula keterangan mengenai hari ke-14 atau ke-21.

Namun, aqiqah membutuhkan persiapan, bukan sesuatu yang harus dipaksakan secara dadakan. Jika kondisi keuangan Ayah dan Bunda belum memungkinkan, tidak perlu merasa terbebani hanya karena belum bisa melaksanakannya pada hari-hari tersebut.
Terlebih, bayi yang baru lahir membutuhkan banyak perhatian dan biaya. Mulai dari kebutuhan ASI atau susu sesuai kebutuhannya, popok, pakaian, pemeriksaan kesehatan, hingga berbagai keperluan lainnya. Jangan sampai keinginan melaksanakan aqiqah justru membuat Ayah dan Bunda harus berutang atau mengorbankan kebutuhan pokok keluarga. Laksanakanlah sesuai kemampuan, dengan perencanaan yang matang dan tanpa membebani diri di luar kesanggupan.
Jika rezeki sudah mencukupi, Ayah dan Bunda bisa mulai mempersiapkan aqiqah dengan lebih tenang, termasuk memilih kambing yang memenuhi syarat serta menyiapkan hidangan untuk dibagikan kepada keluarga dan sesama.
Pada akhirnya, aqiqah adalah bentuk rasa syukur dan ibadah yang hendaknya dijalankan dengan bijak. Semoga Allah SWT senantiasa melapangkan rezeki Ayah dan Bunda, memberikan kesehatan kepada si kecil, serta menjadikan buah hati tumbuh sebagai anak yang soleh dan solehah.
Selengkapnya: Instagram

