Pembagian Daging Aqiqah Haruskah Membuat Acara Perayaan?

Pembagian Daging Aqiqah Haruskah Membuat Acara Perayaan?

Aqiqah al HilalAlhamdulillah, semenjak hijrah membumi di tanah air bahkan di dunia, lebih banyak orang yang paham mengenai hukum dan langkah-langkahnya Aqiqah.

Seiring dengan berjalannya waktu, masih kerap kali orang-orang bertanya tentang pembagian daging Aqiqah ini. Lalu bagaimana cara pembagian daging Aqiqah?

Pada hakikatnya pembagiannya seperti pembagian daging qurban. Boleh jika sepertiga mau disimpan, sepertiga mau dibagikan, sepertiganya disedekahkan ataupun dihadiahkan umumnya tidak akan dipermasalahkan.

Begitu juga dengan jika kita membagikannya dalam keadaan daging tersebut masih mentah (tidak dimasak). Jika hanya membeli seekor kambing lalu dipotong seperti qurban insya Allah tidak akan memberatkan.

Aqiqah sangat dianjurkan dilakukan di hari ke-7. Akan tetapi, sebagian orang masih memilih hari yang lebih dari hari sunnahnya Aqiqah.

Meskipun pada dasarnya mereka mampu melaksanakan Aqiqah di hari ke-7, tetapi ia ingin membuat sebuah acara dan berkeinginan mengundang banyak orang dalam acara Aqiqah tersebut dengan tujuan supaya banyak yang mendoakan.

Sehingga pada akhirnya mereka kehilangan sunnahnya, dan sesuatu yang ringan menjadi berat.

Sesungguhnya Aqiqah tidak mengharuskan dirayakan menjadi acara besar seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya di jaman sekarang. Seperti yang dikatakan oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah dalam Kultum singkatnya, dalam Aqiqah akan lebih baik jika kita tidak memberatkan banyak pihak terutama pihak keluarga sendiri.

Coba bayangkan jika kita mengadakan acara Aqiqah dengan mengundang banyak orang, kita yang menyembelih, kita yang memasak, lalu sebelum mereka bisa menikmati daging Aqiqah yang kita sedekahkan mereka harus menghadiri acara perayaan Aqiqah yang kita adakan tidak tahu apakah mereka ada kendala atau halangan ketika akan menghadiri acara perayaan Aqiqah ini.

Lain halnya dengan apabila kita langsung membagikan daging Aqiqah tersebut dalam keadaan mentah, kita hanya perlu membagikannya ke rumah masing-masing tanpa harus membuat mereka menghadiri acara perayaan tersebut.

Dengan begitu mereka bisa langsung mengolah dan menikmati daging Aqiqah yang kita sedekahkan. Tak hanya itu saja, hal ini juga dapat meringankan beban kita jika kita memang terhitung kurang mampu dalam melaksanakan Aqiqah.

Insya Allah doa dari mereka akan senantiasa tetap mengalir untuk keluarga kita dan juga anak kita.

Oleh sebab itu, dalam beragama kita harus memiliki ilmu sehingga kita tidak akan merasa berat karena agama kita. Dengan itu, kita bisa lebih tahu mana yang sunnah, wajib. Mana juga yang diharuskan dan tidak diharuskan.

Sumber: www.bincangsyariah.com

Penulis: Elis