Sales:    (022)-2005079  ,  081321018620 | 082116549170 | Pin:2B4FEA93  
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tagged with " kambing aqiqah"

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

Sep 21, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG_1567

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Mengaqiqahi  anak melalui jasa pelayanan aqiqah dibolehkan, walaupun ia tak melihat langsung proses penyembelihannya. Ini termasuk bab taukil (mewakilkan), yang menjadi inti adalah niatnya muwakkil (orang yang menyerahkan perwakilan dirinya kepada selainnya). Dalam hal ini, point utamanya ada pada niat orang yang mewakilkannya (empunya aqiqah). Sementara niatnya si wakil (orang yang mewakilkan) dalam menyembelih hewan aqiqah pesanan dan “atas nama siapanya” bukan menjadi syarat sahnya aqiqah. Jika seseorang yang menjadi wakil menyembelihnya dengan hanya menyebut nama Allah & tanpa menyebutkan nama orang yang diaqiqahi atasnya, maka sah aqiqah tersebut.

Hal ini diqiyaskan dengan hewan kurban. Karena hukum aqiqah seperti hukum kurban dalam syarat hewannya, apa-apa yang disunnahkan dan dimakruhkan, dalam urusan memakannya, menyedekahkannya dan menghadiahkannya. Sebagaimana jika ada orang yang berkurban mengirimkan sejumlah uang seharga hewan kurban kepada panitia / penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk dibelikan hewan kurban, disembelihkan dan dibagikan dagingnya maka tetap sah qurban orang tadi.

Walaupun, tentunya, yang paling utama adalah si empunya menyembelih sendiri hewan aqiqah tersebut atau menyaksikan penyembelihannya. Karena ini bagian dari syi’ar Islam yang agung. Keterlibatannya secara langsung akan lebih menguatkan tertanamnya nilai-nilai hikmah aqiqah dalam dirinya. Namun jika tidak sempat, tidak mengapa mewakilkannya kepada orang lain atau jasa penyedia layanan aqiqah. Wallahu A’lam.

 

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/10/25/27300/hukum-mengaqiqahi-anak-melalui-jasa-layanan-aqiqah/#sthash.s2s2wcpX.dpbs

ws

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

aqiqah adalah bentuk rasa syukur

Sep 7, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG-20150917-WA0004

 

Hukum Aqiqah adalah sunah muakkadah, yaitu wajib dilakukan sesuai dengan kemampuan perekonomian orantuanya. Tetapi sebagian Ulama menyatakan bahwa orangtua yang mampu untuk melakukannya maka hukumnya adalah wajib.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa tujuan pemotongan hewan ini sebagai penebus untuk melepaskan kekangan jin yang mengiringi seorang anak sejak dilahirkan. Adapun tujuan lainnya dari Aqiqah ini adalah sebagai bentuk rasa syukur orangtua telah memiliki keturunan, dan diberi nikmat keselamatan bagi anak dan ibu yang melahirkan.

Mengenai waktu yang terbaik untuk melakukan pemotongan hewannya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seorang anak tertahan hingga ia diaqiqahi, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu” (HR. Imam Ahmad). Sesuai dengan sunnah tersebut, Imam Ahmad berpendapat bahwa pemotongan hewan dapat dilakukan pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, maupun hari keduapuluh satu. Sementara menurut Imam Malik sembelihan hewan pada hari ketujuh bersifat sunnah, jadi pemotongan hewan kambing pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya masih diperbolehkan. Tentu saja anda pilih salah satu dari waktu tersebut sesuai dengan kemampuan anda.

Aqiqah Harvi Fahmi Melmanda

Aug 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah telah di laksanakan Aqiqah untuk Harvi Fahmi Melmanda Putra dari Bapak Lizard Freddy.

Aqiqah  di laksanakan pada Hari Kamis Tanggal 24 Agustus 2017.

Aqiqah ini di laksanakan beberapa hari sebelum melangsungkan pernikahan mas Harvi Fahmi.

“sebelum nikah pengen Aqiqah dulu, meskipun sudah dewasa” kata ibu Rimawati.

kami dari Aqiqah al Hilal mendoakan semoga aqiqah nya berkah , pernikahan nya lancar, dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan kelak mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Aamiin Ya Alloh

 

Doc1-page-001

Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah

Aug 14, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Aqiqah adalah salah satu ibadah yang di contohkan oleh Rasululloh Shallallahu`alaihi Wa Sallam. Banyak hadist yang menganjurkan aqiqah untuk anak. Salah satu nya hadist yang diriwayatkan oleh abu dawud yang artinya “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, lalu digundul kepalanya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, no. 2455 dan dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albany), hadits lain mengatakan “Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani). Seperti yang di kutip dari hadist diatas bahwa aqiqah di anjurkan di sembelih pada ahari ketujuh namun sebagian dari kita mungkin banyak pertanyaan yang belum kita ketahui seperti : 1. Bagaimana cara menghitung hari ketujuh untuk menyembelih hewan aqiqah? 2. Apakah boleh di potong sebelum atau sesudah hari ketujuh?

Berikut jawaban nya

1. Para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama dan tidak ada perbedaan pendapat untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh sejak kelahiran bayi. Namun mereka berbeda pendapat ketika menetapkan cara menghitungnya. Apakah hari kelahiran bayi ikut dihitung sebagai hari pertama, ataukah hitungan hari pertama jatuh pada hari berikutnya.

a. Cara Al-Malikiyah Al-Imam Malik menghitung hari pertama kelahiran bayi adalah keesokan harinya atau sehari setelah hari kelahiran. Misalnya, seorang bayi dilahirkan pada hari Selasa, maka hitungan hari pertama adalah Rabu, hari kedua Kamis, hari ketiga Jumat, hari keempat Sabtu, hari kelima Ahad, hari keenam Senin dan hari ketujuh adalah hari Selasa. Maka waktu untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari Selasa, yaitu hari yang sama dengan hari kelahiran bayi, seminggu kemudian. Tetapi ada sedikit catatan, yaitu bila bayi lahir lewat tengah malam sebelum terbit fajar, maka hari kelahirannya itu sudah mulai dihitung sebagai hari pertama. Misalnya bayi lahir hari Selasa dini hari jam 02.00. Maka hari Selasa itu sudah dianggap hari pertama, sehingga hitungan hari ketujuh akan jatuh di hari Senin dan bukan hari Selasa. Pendapat Al-Imam Malik ini sejalan dengan pandanga para ulama lain seperti Al-Imam An-Nawawi dan Al-Buwaithi dari mazhab Asy-Syafi’iyah.

b. Cara Ibnu Hazm Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa cara menghitungnya adalah dengan menjadikan hari kelahiran sebagai hari pertama. Sehingga bila ada bayi lahir di hari Selasa, maka hari pertama adalah Selasa, hari kedua Rabu, hari ketiga Kamis, hari keempat Jumat, hari kelima Sabtu, hari keenam Ahad, dan hari ketujuh adalah Senin. Maka hewan aqiqah disembelih pada hari Senin dan bukan hari Selasa. Yang sejalan dengan pendapat Ibnu Hazm ini antara lain Ar-Rafi’i dari mazhab Asy-Syafi’iyah. Tabel Untuk memudahkan kita memahami perbedaan cara perhitungan dari keduanya, silahkan lihat tabel di bawah ini : hari lahirNamun perlu dicatat bahwa inti ritual aqiqah bukan pada resepsi acaranya, melainkan pada penyembelihannya. Resepsi dan pesta terserah mau dilakukan kapan saja, yang penting penyembelihannya itu sendiri. Karena inti dari ritual aqiqah sebenarnya adalah menyembelih hewan dan bukan pesta.

 

2. Namun para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidak bolehnya menyembelih aqiqah bila waktunya bukan pada hari ketujuh.

a. Al-Malikiyah Mazhab Al-Malikiyah menetapkan bahwa waktu untuk menyembelih hewan aqiqah hanya pada hari ketujuh saja. Di luar waktu itu, baik sebelumnya atau pun sesudahnya, menurut mazhab ini tidak lagi disyariatkan penyembelihan. Artinya hanya sah dilakukan pada hari ketujuh saja.

b. Asy-Syafi’iyah Pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah lebih luas, karena mereka membolehkan aqiqah disembelih meski belum masuk hari ketujuh. Dan mereka pun membolehkan disembelihkan aqiqah meski waktunya sudah lewat dari hari ketujuh. Dalam pandangan mazhab ini, menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh adalah waktu ikhtiyar. Maksudnya waktu yang sebaiknya dipilih. Namun seandainya tidak ada pilihan, maka boleh dilakukan kapan saja.

c. Al-Hanabilah Mazhab Al-Hanabilah berpendapat bahwa bila seorang ayah tidak mampu menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran bayinya, maka dia masih dibolehkan untuk menyembelihnya pada hari keempat-belas. Dan bila pada hari keempat-belasnya juga tidak mampu melakukannya, maka boleh dikerjakan pada hari kedua-puluh satu. Ibnu Hazm menyebutkan bahwa tidak disyariatkan bila menyembelih hewan aqiqah sebelum hari ketujuh, namun bila lewat dari hari ketujuh tanpa bisa menyembelihnya, menurutnya perintah dan kewajibannya tetap berlaku sampai kapan saja. Sekedar catatan, Ibnu Hazm termasuk kalangan yang mewajibkan penyembelihan hewan aqiqah. Sehingga karena dalam anggapannya wajib, maka bila tidak dikerjakan, wajib untuk diganti atau diqadha’. Dan qadha’ itu tetap berlaku sampai kapan pun.

Wallahu a’lam bishshawab,

 

Sumber http://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1368345231-cara-menghitung-hari-ketujuh-untuk-menyembelih-aqiqah.html

10 kesalahan mendidik anak

Jul 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

1

 

 

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan

Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka

Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan

Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.

7. Mengabaikan Kata Hati

Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi

Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

 

sumber : http://www.isdaryanto.com/10-kesalahan-mendidik-anak

Aqiqah al-Hilal Semakin di Percaya

Feb 23, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah , sejak berdiri nya Aqiqah al-Hilal sudah banyak sekali customer yang sudah kami layani baik di Bandung raya maupun di luar kota Bandung.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun dan aqiqah al-Hilal semakin di percaya oleh muslim Indonesia.

Alhamdulillah, aqiqah al-Hilal bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk melaksanakan ibadah Aqiqah.

Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ada nya aqiqah al-Hilal.

Dan berikut adalah beberapa testimoni pelanggan aqiqah al-Hilal

20

 

 

 

21

 

 

 

22

 

 

 

Dalil-dalil Disunnahkannya Aqiqah

Feb 26, 2016   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Brosur Aqiqah Belakang12009822_882381535208005_6083079321201025506_nBrosur Aqiqah BelakangAkikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah) adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai penggadaian (penebus) seorang bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah. adapun dali-dalil yang menjelaskan tentang di sunnahkannya aqiqah.

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menunjukkan akan disunnahkannya Aqiqah :

1. عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ قَاَلَ : قَاَلَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ . (رواه احمد وابو داود والنسائى)

Artinya :

” Telah berkata Rasulullah SAW : Barang siapa diantara kamu ingin beribadat tentang anaknya hendaklah dilakukannya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama umurnya dan untuk anak perempuan seekor kambing “. (HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai.)

2.َعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَقَّ عَنْ اَلْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ اَلْجَارُودِ, وَعَبْدُ اَلْحَقّ ِ لَكِنْ رَجَّحَ أَبُو حَاتِمٍ إِرْسَالَه ُ

Artinya :

” Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam beraqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing seekor kambing kibas.” (Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu al-Jarud, dan Abdul Haq, namun Abu Hatim lebih menilainya hadits mursal.)

3.َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ )  رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَه ُ

Artinya :

” Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.” (Hadits shahih riwayat Tirmidzi.)

4. عَنْ أُمِّ كُرْزٍ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مِثْلاَنِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ‏”‏ ‏.

(رواه ابوداود).‏

Artinya :

” Dari Umi Kurzi ia berkata ; telah bersabda rasulullah SAW : Untuk anak laki-laki dua ekor kambing seumpamanya dan untuk anak perempuan satu ekor kambing ” (HR. Abu Daud)

5.َوَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُحْلَقُ, وَيُسَمَّى ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيّ

Artinya :

Dari Samurah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.”( Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi.)

6.عن سلمان بن عامر الضَّبيُّ قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (مع الغلام عقيقة، فأهريقوا عنه دماً، وأميطوا عنه الأذى).(رواه البخاري)

Artinya :

” Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”(HR Bukhari)

7. عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، أَنَّهُ قَالَ : وَزَنَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ  شَعَرَ حَسَنٍ وَحُسَيْنٍ، فَتَصَدَّقَتْ بِزِنَتِهِ فِضَّةً. (رواه مالك و احمد)

Artinya :

” Dari Rabi’ah Bin Abi Abdul Rohman, dari Muhammad bin Ali bin Husain bahwasanya ia berkata : bahwasanya Fatimah Binti Rasulullah SAW (setelah melahirkan hasan da husain) mencukur rambut  hasan dan husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya. ” (HR. Imam Malik dan Imam Ahmad dengan matan yang agak berbeda)

Sumber :

Shahih Bukhori karangan Imam Bukhori

Sunan Abu Daud Karangan Imam Abu Dawud

Fathul Baari karangan Syekh Ibnu Hajar

Musnad Imam Ahmad

Almuwatho karangan Imam Malik

Khusus BANDUNG & Sekitar…
AQIQAH Sekaligus BERSEDEKAH? Disini Tempatnya…

Mengapa MEMILIH Aqiqah di AL-HILAL?
1. Pilihan hewan, proses penyembelihan dan masak dijamin memenuhi syarat sahnya aqiqah
2. Kami menyediakan hewan mentah atau sudah diolah menjadi masakan sate, gule, dll (DIANTAR GRATIS)
3. Kualitas & rasa masakan terjamin karena dikelola oleh juru masak yang berpengalaman
4. Aqiqah Anda Insya Alloh berkah karena disini anda sekaligus bersedekah (Setelah dikurangi biaya operasional keuntungan dari usaha ini digunakan untuk mendukung program anak yatim)
5. Mendapatkan sertifkat & buku risalah aqiqah
6. Bisa Dibantu mendistribuskan ke panti-panti asuhan dan desa untuk support program sosial & dakwah
7. Halal & higienis serta pengelolaan sesuai syariat

HARGA TERJANGKAU mulai dari 1,25 Jutaan…

Yuk PESAN Hubungi SEKARANG:
WAHYU: 0853 2045 0613 / BB: 5813 57AD
Jl. Desa Cipadung 47 Cibiru Bandung Tlp 022-7809282

HANDRI: 081321018620 / BB: 2B4FEA93
Jl. Gegerkalong Hilir 205 Bandung Tlp 022-2001776