Sales:    (022)-2005079  ,  081321018620 | 082116549170 | Pin:2B4FEA93  
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tagged with " aqiqah enak"

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

Sep 21, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG_1567

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Mengaqiqahi  anak melalui jasa pelayanan aqiqah dibolehkan, walaupun ia tak melihat langsung proses penyembelihannya. Ini termasuk bab taukil (mewakilkan), yang menjadi inti adalah niatnya muwakkil (orang yang menyerahkan perwakilan dirinya kepada selainnya). Dalam hal ini, point utamanya ada pada niat orang yang mewakilkannya (empunya aqiqah). Sementara niatnya si wakil (orang yang mewakilkan) dalam menyembelih hewan aqiqah pesanan dan “atas nama siapanya” bukan menjadi syarat sahnya aqiqah. Jika seseorang yang menjadi wakil menyembelihnya dengan hanya menyebut nama Allah & tanpa menyebutkan nama orang yang diaqiqahi atasnya, maka sah aqiqah tersebut.

Hal ini diqiyaskan dengan hewan kurban. Karena hukum aqiqah seperti hukum kurban dalam syarat hewannya, apa-apa yang disunnahkan dan dimakruhkan, dalam urusan memakannya, menyedekahkannya dan menghadiahkannya. Sebagaimana jika ada orang yang berkurban mengirimkan sejumlah uang seharga hewan kurban kepada panitia / penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk dibelikan hewan kurban, disembelihkan dan dibagikan dagingnya maka tetap sah qurban orang tadi.

Walaupun, tentunya, yang paling utama adalah si empunya menyembelih sendiri hewan aqiqah tersebut atau menyaksikan penyembelihannya. Karena ini bagian dari syi’ar Islam yang agung. Keterlibatannya secara langsung akan lebih menguatkan tertanamnya nilai-nilai hikmah aqiqah dalam dirinya. Namun jika tidak sempat, tidak mengapa mewakilkannya kepada orang lain atau jasa penyedia layanan aqiqah. Wallahu A’lam.

 

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/10/25/27300/hukum-mengaqiqahi-anak-melalui-jasa-layanan-aqiqah/#sthash.s2s2wcpX.dpbs

ws

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

aqiqah adalah bentuk rasa syukur

Sep 7, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG-20150917-WA0004

 

Hukum Aqiqah adalah sunah muakkadah, yaitu wajib dilakukan sesuai dengan kemampuan perekonomian orantuanya. Tetapi sebagian Ulama menyatakan bahwa orangtua yang mampu untuk melakukannya maka hukumnya adalah wajib.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa tujuan pemotongan hewan ini sebagai penebus untuk melepaskan kekangan jin yang mengiringi seorang anak sejak dilahirkan. Adapun tujuan lainnya dari Aqiqah ini adalah sebagai bentuk rasa syukur orangtua telah memiliki keturunan, dan diberi nikmat keselamatan bagi anak dan ibu yang melahirkan.

Mengenai waktu yang terbaik untuk melakukan pemotongan hewannya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seorang anak tertahan hingga ia diaqiqahi, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu” (HR. Imam Ahmad). Sesuai dengan sunnah tersebut, Imam Ahmad berpendapat bahwa pemotongan hewan dapat dilakukan pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, maupun hari keduapuluh satu. Sementara menurut Imam Malik sembelihan hewan pada hari ketujuh bersifat sunnah, jadi pemotongan hewan kambing pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya masih diperbolehkan. Tentu saja anda pilih salah satu dari waktu tersebut sesuai dengan kemampuan anda.

Aqiqah Harvi Fahmi Melmanda

Aug 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah telah di laksanakan Aqiqah untuk Harvi Fahmi Melmanda Putra dari Bapak Lizard Freddy.

Aqiqah  di laksanakan pada Hari Kamis Tanggal 24 Agustus 2017.

Aqiqah ini di laksanakan beberapa hari sebelum melangsungkan pernikahan mas Harvi Fahmi.

“sebelum nikah pengen Aqiqah dulu, meskipun sudah dewasa” kata ibu Rimawati.

kami dari Aqiqah al Hilal mendoakan semoga aqiqah nya berkah , pernikahan nya lancar, dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan kelak mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Aamiin Ya Alloh

 

Doc1-page-001

Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah

Aug 14, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Aqiqah adalah salah satu ibadah yang di contohkan oleh Rasululloh Shallallahu`alaihi Wa Sallam. Banyak hadist yang menganjurkan aqiqah untuk anak. Salah satu nya hadist yang diriwayatkan oleh abu dawud yang artinya “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, lalu digundul kepalanya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, no. 2455 dan dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albany), hadits lain mengatakan “Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani). Seperti yang di kutip dari hadist diatas bahwa aqiqah di anjurkan di sembelih pada ahari ketujuh namun sebagian dari kita mungkin banyak pertanyaan yang belum kita ketahui seperti : 1. Bagaimana cara menghitung hari ketujuh untuk menyembelih hewan aqiqah? 2. Apakah boleh di potong sebelum atau sesudah hari ketujuh?

Berikut jawaban nya

1. Para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama dan tidak ada perbedaan pendapat untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh sejak kelahiran bayi. Namun mereka berbeda pendapat ketika menetapkan cara menghitungnya. Apakah hari kelahiran bayi ikut dihitung sebagai hari pertama, ataukah hitungan hari pertama jatuh pada hari berikutnya.

a. Cara Al-Malikiyah Al-Imam Malik menghitung hari pertama kelahiran bayi adalah keesokan harinya atau sehari setelah hari kelahiran. Misalnya, seorang bayi dilahirkan pada hari Selasa, maka hitungan hari pertama adalah Rabu, hari kedua Kamis, hari ketiga Jumat, hari keempat Sabtu, hari kelima Ahad, hari keenam Senin dan hari ketujuh adalah hari Selasa. Maka waktu untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari Selasa, yaitu hari yang sama dengan hari kelahiran bayi, seminggu kemudian. Tetapi ada sedikit catatan, yaitu bila bayi lahir lewat tengah malam sebelum terbit fajar, maka hari kelahirannya itu sudah mulai dihitung sebagai hari pertama. Misalnya bayi lahir hari Selasa dini hari jam 02.00. Maka hari Selasa itu sudah dianggap hari pertama, sehingga hitungan hari ketujuh akan jatuh di hari Senin dan bukan hari Selasa. Pendapat Al-Imam Malik ini sejalan dengan pandanga para ulama lain seperti Al-Imam An-Nawawi dan Al-Buwaithi dari mazhab Asy-Syafi’iyah.

b. Cara Ibnu Hazm Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa cara menghitungnya adalah dengan menjadikan hari kelahiran sebagai hari pertama. Sehingga bila ada bayi lahir di hari Selasa, maka hari pertama adalah Selasa, hari kedua Rabu, hari ketiga Kamis, hari keempat Jumat, hari kelima Sabtu, hari keenam Ahad, dan hari ketujuh adalah Senin. Maka hewan aqiqah disembelih pada hari Senin dan bukan hari Selasa. Yang sejalan dengan pendapat Ibnu Hazm ini antara lain Ar-Rafi’i dari mazhab Asy-Syafi’iyah. Tabel Untuk memudahkan kita memahami perbedaan cara perhitungan dari keduanya, silahkan lihat tabel di bawah ini : hari lahirNamun perlu dicatat bahwa inti ritual aqiqah bukan pada resepsi acaranya, melainkan pada penyembelihannya. Resepsi dan pesta terserah mau dilakukan kapan saja, yang penting penyembelihannya itu sendiri. Karena inti dari ritual aqiqah sebenarnya adalah menyembelih hewan dan bukan pesta.

 

2. Namun para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidak bolehnya menyembelih aqiqah bila waktunya bukan pada hari ketujuh.

a. Al-Malikiyah Mazhab Al-Malikiyah menetapkan bahwa waktu untuk menyembelih hewan aqiqah hanya pada hari ketujuh saja. Di luar waktu itu, baik sebelumnya atau pun sesudahnya, menurut mazhab ini tidak lagi disyariatkan penyembelihan. Artinya hanya sah dilakukan pada hari ketujuh saja.

b. Asy-Syafi’iyah Pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah lebih luas, karena mereka membolehkan aqiqah disembelih meski belum masuk hari ketujuh. Dan mereka pun membolehkan disembelihkan aqiqah meski waktunya sudah lewat dari hari ketujuh. Dalam pandangan mazhab ini, menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh adalah waktu ikhtiyar. Maksudnya waktu yang sebaiknya dipilih. Namun seandainya tidak ada pilihan, maka boleh dilakukan kapan saja.

c. Al-Hanabilah Mazhab Al-Hanabilah berpendapat bahwa bila seorang ayah tidak mampu menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran bayinya, maka dia masih dibolehkan untuk menyembelihnya pada hari keempat-belas. Dan bila pada hari keempat-belasnya juga tidak mampu melakukannya, maka boleh dikerjakan pada hari kedua-puluh satu. Ibnu Hazm menyebutkan bahwa tidak disyariatkan bila menyembelih hewan aqiqah sebelum hari ketujuh, namun bila lewat dari hari ketujuh tanpa bisa menyembelihnya, menurutnya perintah dan kewajibannya tetap berlaku sampai kapan saja. Sekedar catatan, Ibnu Hazm termasuk kalangan yang mewajibkan penyembelihan hewan aqiqah. Sehingga karena dalam anggapannya wajib, maka bila tidak dikerjakan, wajib untuk diganti atau diqadha’. Dan qadha’ itu tetap berlaku sampai kapan pun.

Wallahu a’lam bishshawab,

 

Sumber http://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1368345231-cara-menghitung-hari-ketujuh-untuk-menyembelih-aqiqah.html

Aqiqah al-Hilal Semakin di Percaya

Feb 23, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah , sejak berdiri nya Aqiqah al-Hilal sudah banyak sekali customer yang sudah kami layani baik di Bandung raya maupun di luar kota Bandung.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun dan aqiqah al-Hilal semakin di percaya oleh muslim Indonesia.

Alhamdulillah, aqiqah al-Hilal bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk melaksanakan ibadah Aqiqah.

Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ada nya aqiqah al-Hilal.

Dan berikut adalah beberapa testimoni pelanggan aqiqah al-Hilal

20

 

 

 

21

 

 

 

22

 

 

 

Aqiqah Putri nya Founder Teladan Rasul

Sep 19, 2016   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

aqiqah-alhilal

 

Alhamdulillah…

Terimakasih kepada bang Arif Rahman Lubis sudah mempercayakan aqiqah putri ketiganya Fatimah kepada Aqiqah Alhilal. Semoga putrinya menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Bang Arif Rahman Lubis ini seorang penulis beberapa buku yg best seller dan foundernya teladan rasul.

jenis kambing untuk aqiqah

Sep 5, 2016   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

aqiqah alhilal

Aqiqah hukumnya sunnah bagi semua umat islam. Aqiqah mempunyai hukum dan syarat serta tujuan tertentu.
Syarat hewan yang digunakan untuk Aqiqah adalah dari jenis kambing atau domba. Jenis kelaminnya jantan atau betina tidak masalah yang penting sehat, tidak cacat dan sudah dewasa. Sebaiknya mencari hewan Aqiqah yang sempurna seperti yang dicontohkan nabi besar Muhammad SAW saat melakukan Aqiqah, yaitu kambing jantan yang sehat dan tidak cacat. Namun begitu demi menjaga keragu-raguan umatnya dalam menentukan jenis kambing maka nabi SAW bersabda yang di riwayatkan oleh Ashhabus Sunan yang artinya seperti dibawah ini:
“Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).
Karena di beri keringanan seperti itu, terkadang orang masih salah persepsi dan memilih hewan Aqiqah sesuka hati. Yang penting kambing bisa untuk Aqiqah, itu tidak benar. Berikut ini adalah jenis-jenis kambing yang sebaiknya di gunakan untuk hewan Aqiqah.

Jenis  dan syarat hewan untuk Aqiqah

1. Jenis hewan yang digunakan untuk Aqiqah adalah dari jenis hewan mamalia kecil seperti kambing, domba dan biri-biri.
2. Jenis kelamin kambing untuk Aqiqah dapat berjenis kelamin jantan atau betina sama saja dan tidak ada masalah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jalan Ummu Kurz, “….tidak mudharat bagi kamu apakah kambing laki-laki atau kambing perempuan…”
3. Umur kambing untuk aqiqah itu sendiri dikiaskan dengan umur kambing qurban, yaitu :
  • Untuk domba atau biri-biri cukup satu tahun atau kurang sedikit.
  • Untuk kambing biasa umurnya cukup dua tahun dan masuk tahun ketiga.
4. Sifat dan penampakan kambing untuk Aqiqah sebaiknya tidak jauh berbeda  kambing qurban yaitu kambing yang sehat dan bagus, bukan kambing yang cacat dan sakit.

Jasa Aqiqah Tidak Hanya Sekedar Murah

Aug 22, 2016   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Memilih jasa aqiqah tidak hanya harus sekedar murah tetapi harus juga mempertimbangkan rasa dan kwalitas masakan. Inilah yang membuat ibu heni memilih Aqiqah nya di Aqiqah Alhilal, selain harga nya yang terjangkau, rasa dan kwalitas masakan nya pun di jamin enak dan higienis.

Ini kali ketiga ibu heni memilih Aqiqah nya di Aqiqah Alhilal. Setelah beberapa bulan kemarin anak nya yang aqiqah kali ini ibu heni dan keponakannya yang aqiqah.“Insya Alloh nanti keponak saya yang lain aqiqah nya di sini, gule nya enak sate nya juga empuk” katanya.

Semoga Aqiqah Alhilal selalu memberikan yang terbaik untuk para pelanggan. Dan kami juga mengucapkan banyak terima kepada para pelanggan yang telah mempercayakan Aqiqah nya di Aqiqah Alhilal.

aqiqah alhilal