Sales:    (022)-2005079  |   081222429223  
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tagged with " aqiqah dewasa"

Kumpulan Doa Ibu Hamil

Oct 21, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

1

Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang sehat, cerdas, pintar dan berakhlak baik. Maka tak sedikit wanita yang sedang mengandung melakukan banyak hal seperti senam hamil, yoga ibu hamil dan terapi medis.
Namun sebagai orang yang beragama tentunya tidak akan seimbang bila tidak disempurnakan dengan berdoa.
Dibawah ini ada beberapa doa yang bisa diamalkan oleh semua muslim khusus nya wanita yang sedang hamil

1. QS. Ali Imran 35-36
Doa untuk ibu hamil yang pertama yaitu diambil dari surat Ali Imran 35-36. Berikut adalah bacaan latinnya :
“Bismillahhirrahmaanir rahiim, Robbi inni nadzartu laka maa fii bathnii muharroron fataqobbalminnii, Innaka antas sami’ul alim”
Arti dari potongan surat di atas yaitu : Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku manjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.

2. QS. Ali Imran 38
Doa ibu hamil yang satu ini bertujuan agar mendapat keturunan yang baik. Berikut adalah bacaan latinnya :
“Rabbii habli miladunka dzurriyyatan thoyyibah. Innaka sammi’uddu’aa”
Arti dari potongan surat di atas yaitu : Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa)

3. QS. Ibrahim 40
Selanjutnya doa untuk ibu hamil ini berasal dari potongan surat Ibrahim 40, yang berbunyi :
“Robbij’alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyatii robbanaa wa taqobbal du’aa”
Arti dari penggalan surat tersebut yaitu : Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.

4. QS. Al Furqan 74
Doa ibu hamil selanjutnya yaitu doa memohon keturunan yang menenangkan hati yang ada di dalam QS. Al Furqan 74, yang bertujuan untuk memiliki keturunan yang dapat menjadi penenang hati tentu menjadi dambaan bagi setiap orang dan jika menginginkan hal sama, bunda bisa melafalkan potongan surat Al-Furqan ayat 74 yang berbunyi:
“rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrata a’yuniw waaj’alnaa lilmuttaqiina imaaman”
Yang dimana artinya yaitu:
Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.

5. Doa Memohonkan Kecerdasan dan Kebaikan Bagi Si Bayi
Memiliki anak yang cerdas dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan Islam tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi orangtua. Bagi Anda yang ingin anak Anda dikaruniai dengan kecerdasan dan senantiasa berbuat kebaikan, Anda wajib mengucapkan doa ibu hamil ini:
“Allahummaj’alhu shahiihan kamilan wa’aqilan haa dziqan wa’aaliman’aamilan. Allahumma thawwil umrahu washahhih jasadahu wahassin khuluqohu wafashshih lisaa nahu. Wa ahsin shautahu li qiraa atil hadiitsi wal qur’aan. Wawasi’rijqahu. Wajalhu insaanan kaamilan saaliman fiddunya wal aakhirah. Bibirakati sayyidiina Muhammaddin shallallahu’alaihi wasallam wal hamdu lillahi rabbil’aalimiina. Aamin, aamin aamin yaa robbal aalamin.”
Artinya: Ya Allah semoga Engkau jadikan bayi ini sehat, sempurna, berakal cerdas, dan mengerti dalam urusan agama. Ya Allah semoga Engkau memberikan kepada bayi ini umur yang panjang, sehat jasmani dan rohani, bagus budi perangainya, fasih lisannya, serta bagus suaranya untuk membaca dan Al Quran. Dan tinggikanlah derajatnya dan luaskanlah rizikinya. Dan jadikanlah bagi manusia yang sempurna selamat di dunia dan akhirat.

itu lah beberapa kumpulan doa untuk ibu hamil.

semoga bermanfaat.

Aqiqah dari dubai

Oct 7, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

1

Ini kesekian kali nya  Aqiqah Ahilal mendapatkan pelanggan dari luar negeri. Setelah beberapa bulan yang lalu dari Malaysia, singapura dan brimingham (Inggris) skrng dari negara dubai yang melakasanakan Aqiqah di Alhilal.

Alhamdulillah telah di aqiqahkan dengan memotong satu Ekor domba untuk “Naya El  Kourichi”  pada tanggal 06 Oktober 2017 kemarin yang bertepatan pada hari jumat.

Diana Unger dan Abdnibi Elkourichi yaitu orangtua dari Naya mempercayakan pendistribusian nya kepada Aqiqah Alhilal.

Kami doakan semoga aqiqah berkah dan anak nya menjadi anak yang sholehah.

Meskipun terpisah oleh jarak dan waktu, kami disini dan juga anak yatim yayasan alhilal selalu mendoakn yang terbaik untuk Ananda Naya El Kourichi dan semuanya.

Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin

Nama nama yang disunahkan

Sep 30, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Mendapapatkan nama yang baik merupakan hak anak dan kewajipan kedua orang tua (ibu dan bapak) memberikan nama yang baik kepada bayi yang baru dilahirkan. Memberikan nama anak yang baik merupakan tuntutan Islam . Pemberian nama kepada anak dengan nama yang baik sangat penting, sehingga kelak anak merasa senang dan tidak merasa malu dengan nama yang disandangnya.

Adapun nama nama yang disunahkan untuk diberikan kepada Anak ialah :

1. Nama Abdullah dan Abdurrahman berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muslim dalam Kitab Shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ أَحَبَّ أَسمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبدُاللَّهِ وَ عَبدُ الرَّحْمَنِ
“Sesungguhnya nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132)
Karena nama tersebut adalah nama terbaik, sampai-sampai di kalangan para sahabat terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah.

2. Nama yang menunjukkan penghambaan diri terhadap salah satu dari nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla, seperti Abdul Malik, Abdul Bashiir, Abdul ‘Aziz dan lain-lain.Namun perlu diketahui di sini bahwa hadits, “Sebaik-baik nama adalah yang dimulai dengan kata “Abd (hamba)” dan yang bermakna dipuji” bukanlah hadits shahih bahkan tidak diketahui darimana asal-usulnya sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

3. Bernama dengan nama para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang yang memiliki akhlak yang paling mulia dan memiliki amalan yang paling bersih. Diharapkan dengan memberi nama seorang anak dengan nama nabi ataupun rasul dapat mengenang mereka juga karakter dan perjuangan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri juga pernah menamakan anaknya dengan nama Ibrahim, nama ini juga beliau berikan kepada anak sulung Abu Musa radhiallahu ‘anhu dan beliau juga menamakan anak Abdullah bin Salaam dengan nama Yusuf.Adapun hadits tentang keutamaan orang yang bernama Ahmad atau Muhammad tidak ada yang shahih. Ibnu Bukair al-Baghdadi menyusun sebuah kitab tentang keutamaan orang yang bernama Ahmad atau Muhammad, dan pada kitab tersebut beliau menyertakan 26 hadits yang tidak shahih. Wallahu a’lam.

4. Memberi nama dengan nama orang-orang shalih di kalangan kaum muslimin terutama nama para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits shahih dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Mereka dahulu suka memakai nama para nabi dan orang-orang shalih yang hidup sebelum mereka.” (HR. Muslim no. 2135)

5. Memilih nama yang mengandung sifat yang sesuai orangnya (namun dengan syarat nama tersebut tidak mengandung pujian untuk diri sendiri, tidak mengandung makna yang buruk atau mengandung makna celaan), seperti Harits (orang yang berusaha) dan Hammam (orang yang berkeinginan kuat).Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang dha’if dari Abu Wahb al-Jusyami bahwasannya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pakailah nama para nabi, nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman, yang paling benar adalah nama Harits dan Hammam dan yang paling jelek nama Harb dan Murrah.” (HR. Abu Daud dan An Nasai. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi sebagaimana disebutkan dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1977)

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

Sep 21, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG_1567

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Mengaqiqahi  anak melalui jasa pelayanan aqiqah dibolehkan, walaupun ia tak melihat langsung proses penyembelihannya. Ini termasuk bab taukil (mewakilkan), yang menjadi inti adalah niatnya muwakkil (orang yang menyerahkan perwakilan dirinya kepada selainnya). Dalam hal ini, point utamanya ada pada niat orang yang mewakilkannya (empunya aqiqah). Sementara niatnya si wakil (orang yang mewakilkan) dalam menyembelih hewan aqiqah pesanan dan “atas nama siapanya” bukan menjadi syarat sahnya aqiqah. Jika seseorang yang menjadi wakil menyembelihnya dengan hanya menyebut nama Allah & tanpa menyebutkan nama orang yang diaqiqahi atasnya, maka sah aqiqah tersebut.

Hal ini diqiyaskan dengan hewan kurban. Karena hukum aqiqah seperti hukum kurban dalam syarat hewannya, apa-apa yang disunnahkan dan dimakruhkan, dalam urusan memakannya, menyedekahkannya dan menghadiahkannya. Sebagaimana jika ada orang yang berkurban mengirimkan sejumlah uang seharga hewan kurban kepada panitia / penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk dibelikan hewan kurban, disembelihkan dan dibagikan dagingnya maka tetap sah qurban orang tadi.

Walaupun, tentunya, yang paling utama adalah si empunya menyembelih sendiri hewan aqiqah tersebut atau menyaksikan penyembelihannya. Karena ini bagian dari syi’ar Islam yang agung. Keterlibatannya secara langsung akan lebih menguatkan tertanamnya nilai-nilai hikmah aqiqah dalam dirinya. Namun jika tidak sempat, tidak mengapa mewakilkannya kepada orang lain atau jasa penyedia layanan aqiqah. Wallahu A’lam.

 

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/10/25/27300/hukum-mengaqiqahi-anak-melalui-jasa-layanan-aqiqah/#sthash.s2s2wcpX.dpbs

ws

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

aqiqah adalah bentuk rasa syukur

Sep 7, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG-20150917-WA0004

 

Hukum Aqiqah adalah sunah muakkadah, yaitu wajib dilakukan sesuai dengan kemampuan perekonomian orantuanya. Tetapi sebagian Ulama menyatakan bahwa orangtua yang mampu untuk melakukannya maka hukumnya adalah wajib.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa tujuan pemotongan hewan ini sebagai penebus untuk melepaskan kekangan jin yang mengiringi seorang anak sejak dilahirkan. Adapun tujuan lainnya dari Aqiqah ini adalah sebagai bentuk rasa syukur orangtua telah memiliki keturunan, dan diberi nikmat keselamatan bagi anak dan ibu yang melahirkan.

Mengenai waktu yang terbaik untuk melakukan pemotongan hewannya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seorang anak tertahan hingga ia diaqiqahi, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu” (HR. Imam Ahmad). Sesuai dengan sunnah tersebut, Imam Ahmad berpendapat bahwa pemotongan hewan dapat dilakukan pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, maupun hari keduapuluh satu. Sementara menurut Imam Malik sembelihan hewan pada hari ketujuh bersifat sunnah, jadi pemotongan hewan kambing pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya masih diperbolehkan. Tentu saja anda pilih salah satu dari waktu tersebut sesuai dengan kemampuan anda.

Aqiqah Harvi Fahmi Melmanda

Aug 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah telah di laksanakan Aqiqah untuk Harvi Fahmi Melmanda Putra dari Bapak Lizard Freddy.

Aqiqah  di laksanakan pada Hari Kamis Tanggal 24 Agustus 2017.

Aqiqah ini di laksanakan beberapa hari sebelum melangsungkan pernikahan mas Harvi Fahmi.

“sebelum nikah pengen Aqiqah dulu, meskipun sudah dewasa” kata ibu Rimawati.

kami dari Aqiqah al Hilal mendoakan semoga aqiqah nya berkah , pernikahan nya lancar, dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan kelak mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Aamiin Ya Alloh

 

Doc1-page-001

Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah

Aug 14, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Aqiqah adalah salah satu ibadah yang di contohkan oleh Rasululloh Shallallahu`alaihi Wa Sallam. Banyak hadist yang menganjurkan aqiqah untuk anak. Salah satu nya hadist yang diriwayatkan oleh abu dawud yang artinya “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, lalu digundul kepalanya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, no. 2455 dan dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albany), hadits lain mengatakan “Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani). Seperti yang di kutip dari hadist diatas bahwa aqiqah di anjurkan di sembelih pada ahari ketujuh namun sebagian dari kita mungkin banyak pertanyaan yang belum kita ketahui seperti : 1. Bagaimana cara menghitung hari ketujuh untuk menyembelih hewan aqiqah? 2. Apakah boleh di potong sebelum atau sesudah hari ketujuh?

Berikut jawaban nya

1. Para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama dan tidak ada perbedaan pendapat untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh sejak kelahiran bayi. Namun mereka berbeda pendapat ketika menetapkan cara menghitungnya. Apakah hari kelahiran bayi ikut dihitung sebagai hari pertama, ataukah hitungan hari pertama jatuh pada hari berikutnya.

a. Cara Al-Malikiyah Al-Imam Malik menghitung hari pertama kelahiran bayi adalah keesokan harinya atau sehari setelah hari kelahiran. Misalnya, seorang bayi dilahirkan pada hari Selasa, maka hitungan hari pertama adalah Rabu, hari kedua Kamis, hari ketiga Jumat, hari keempat Sabtu, hari kelima Ahad, hari keenam Senin dan hari ketujuh adalah hari Selasa. Maka waktu untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari Selasa, yaitu hari yang sama dengan hari kelahiran bayi, seminggu kemudian. Tetapi ada sedikit catatan, yaitu bila bayi lahir lewat tengah malam sebelum terbit fajar, maka hari kelahirannya itu sudah mulai dihitung sebagai hari pertama. Misalnya bayi lahir hari Selasa dini hari jam 02.00. Maka hari Selasa itu sudah dianggap hari pertama, sehingga hitungan hari ketujuh akan jatuh di hari Senin dan bukan hari Selasa. Pendapat Al-Imam Malik ini sejalan dengan pandanga para ulama lain seperti Al-Imam An-Nawawi dan Al-Buwaithi dari mazhab Asy-Syafi’iyah.

b. Cara Ibnu Hazm Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa cara menghitungnya adalah dengan menjadikan hari kelahiran sebagai hari pertama. Sehingga bila ada bayi lahir di hari Selasa, maka hari pertama adalah Selasa, hari kedua Rabu, hari ketiga Kamis, hari keempat Jumat, hari kelima Sabtu, hari keenam Ahad, dan hari ketujuh adalah Senin. Maka hewan aqiqah disembelih pada hari Senin dan bukan hari Selasa. Yang sejalan dengan pendapat Ibnu Hazm ini antara lain Ar-Rafi’i dari mazhab Asy-Syafi’iyah. Tabel Untuk memudahkan kita memahami perbedaan cara perhitungan dari keduanya, silahkan lihat tabel di bawah ini : hari lahirNamun perlu dicatat bahwa inti ritual aqiqah bukan pada resepsi acaranya, melainkan pada penyembelihannya. Resepsi dan pesta terserah mau dilakukan kapan saja, yang penting penyembelihannya itu sendiri. Karena inti dari ritual aqiqah sebenarnya adalah menyembelih hewan dan bukan pesta.

 

2. Namun para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidak bolehnya menyembelih aqiqah bila waktunya bukan pada hari ketujuh.

a. Al-Malikiyah Mazhab Al-Malikiyah menetapkan bahwa waktu untuk menyembelih hewan aqiqah hanya pada hari ketujuh saja. Di luar waktu itu, baik sebelumnya atau pun sesudahnya, menurut mazhab ini tidak lagi disyariatkan penyembelihan. Artinya hanya sah dilakukan pada hari ketujuh saja.

b. Asy-Syafi’iyah Pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah lebih luas, karena mereka membolehkan aqiqah disembelih meski belum masuk hari ketujuh. Dan mereka pun membolehkan disembelihkan aqiqah meski waktunya sudah lewat dari hari ketujuh. Dalam pandangan mazhab ini, menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh adalah waktu ikhtiyar. Maksudnya waktu yang sebaiknya dipilih. Namun seandainya tidak ada pilihan, maka boleh dilakukan kapan saja.

c. Al-Hanabilah Mazhab Al-Hanabilah berpendapat bahwa bila seorang ayah tidak mampu menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran bayinya, maka dia masih dibolehkan untuk menyembelihnya pada hari keempat-belas. Dan bila pada hari keempat-belasnya juga tidak mampu melakukannya, maka boleh dikerjakan pada hari kedua-puluh satu. Ibnu Hazm menyebutkan bahwa tidak disyariatkan bila menyembelih hewan aqiqah sebelum hari ketujuh, namun bila lewat dari hari ketujuh tanpa bisa menyembelihnya, menurutnya perintah dan kewajibannya tetap berlaku sampai kapan saja. Sekedar catatan, Ibnu Hazm termasuk kalangan yang mewajibkan penyembelihan hewan aqiqah. Sehingga karena dalam anggapannya wajib, maka bila tidak dikerjakan, wajib untuk diganti atau diqadha’. Dan qadha’ itu tetap berlaku sampai kapan pun.

Wallahu a’lam bishshawab,

 

Sumber http://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1368345231-cara-menghitung-hari-ketujuh-untuk-menyembelih-aqiqah.html

qurban al Hilal 2017

Aug 6, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel, Info Harga  //  No Comments

IMG_1062

 

 

 

Pesantren Yatim Al-Hilal adalah yayasan sosial yang bergerak di bidang pengasuhan anak yatim dan penyebaran Al-Qur’an. Kegiatan Yayasan Al-Hilal sudah mulai berjalan sejak 2002. Yayasan Al-Hilal berbadan hukum resmi sejak 2011. Kegiatan pengasuhan anak yatim dapat kita baca lebih lengkap di website resminya www.pondok-yatim.org

*Mengapa Qurban di Pesantren Yatim Al-Hilal ?*
1. Daging Qurban di distribusikan kepada anak-anak yatim, dhuafa, dan warga pedesaan.
2. Multi Manfaat yaitu mendapatkan pahala Qurban, tercatat menjadi penyantun Anak Yatim.
3. Donatur yang berQurban dan keluarganya akan diDo’akan oleh anak-anak yatim semoga lebih berkah.
4. Distribusi daging Qurban akan dibarengi dengan Pembinaan dan Motivasi bagi Anak Yatim.
5. Bobot seekor sapi Qurban di Al-Hilal sekitar 350–400 kg dan sehat, sehingga daging Qurban lebih banyak dan lebih nikmat, in sya Allah.

Yayasan Al-Hilal akan melaksanakan kembali Qurban tahun ini. Oleh karena itu, kami mengajak Anda, Bapak/Ibu untuk ikut berQurban di Al-Hilal dengan transfer uang ke rekening bank Mandiri 13200.1254.9953 a/n Yayasan Al-Hilal Rancapanggung.
Harga 1/7 sapi Qurban Rp 3.400.000,-
Harga 1 sapi Qurban Rp 23.800.000,-

Setelah transfer Konfirmasi ke
EMail = pengasuhanakyatim@gmail.com
☎WA/sms = +6281222202751
BBM = D9DC1EB0

10 kesalahan mendidik anak

Jul 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

1

 

 

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan

Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka

Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan

Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.

7. Mengabaikan Kata Hati

Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi

Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

 

sumber : http://www.isdaryanto.com/10-kesalahan-mendidik-anak

Aqiqah al-Hilal Semakin di Percaya

Feb 23, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah , sejak berdiri nya Aqiqah al-Hilal sudah banyak sekali customer yang sudah kami layani baik di Bandung raya maupun di luar kota Bandung.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun dan aqiqah al-Hilal semakin di percaya oleh muslim Indonesia.

Alhamdulillah, aqiqah al-Hilal bisa menjadi jalan bagi orang lain untuk melaksanakan ibadah Aqiqah.

Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ada nya aqiqah al-Hilal.

Dan berikut adalah beberapa testimoni pelanggan aqiqah al-Hilal

20

 

 

 

21

 

 

 

22

 

 

 

Pages:123»