Sales:    (022)-2005079  ,  081321018620 | 082116549170 | Pin:2B4FEA93  
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tagged with " aqiqah cimahi"

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

Sep 21, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG_1567

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Mengaqiqahi  anak melalui jasa pelayanan aqiqah dibolehkan, walaupun ia tak melihat langsung proses penyembelihannya. Ini termasuk bab taukil (mewakilkan), yang menjadi inti adalah niatnya muwakkil (orang yang menyerahkan perwakilan dirinya kepada selainnya). Dalam hal ini, point utamanya ada pada niat orang yang mewakilkannya (empunya aqiqah). Sementara niatnya si wakil (orang yang mewakilkan) dalam menyembelih hewan aqiqah pesanan dan “atas nama siapanya” bukan menjadi syarat sahnya aqiqah. Jika seseorang yang menjadi wakil menyembelihnya dengan hanya menyebut nama Allah & tanpa menyebutkan nama orang yang diaqiqahi atasnya, maka sah aqiqah tersebut.

Hal ini diqiyaskan dengan hewan kurban. Karena hukum aqiqah seperti hukum kurban dalam syarat hewannya, apa-apa yang disunnahkan dan dimakruhkan, dalam urusan memakannya, menyedekahkannya dan menghadiahkannya. Sebagaimana jika ada orang yang berkurban mengirimkan sejumlah uang seharga hewan kurban kepada panitia / penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk dibelikan hewan kurban, disembelihkan dan dibagikan dagingnya maka tetap sah qurban orang tadi.

Walaupun, tentunya, yang paling utama adalah si empunya menyembelih sendiri hewan aqiqah tersebut atau menyaksikan penyembelihannya. Karena ini bagian dari syi’ar Islam yang agung. Keterlibatannya secara langsung akan lebih menguatkan tertanamnya nilai-nilai hikmah aqiqah dalam dirinya. Namun jika tidak sempat, tidak mengapa mewakilkannya kepada orang lain atau jasa penyedia layanan aqiqah. Wallahu A’lam.

 

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/10/25/27300/hukum-mengaqiqahi-anak-melalui-jasa-layanan-aqiqah/#sthash.s2s2wcpX.dpbs

ws

Hukum Mengaqiqahi Anak Melalui Jasa Layanan Aqiqah

aqiqah adalah bentuk rasa syukur

Sep 7, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

 

IMG-20150917-WA0004

 

Hukum Aqiqah adalah sunah muakkadah, yaitu wajib dilakukan sesuai dengan kemampuan perekonomian orantuanya. Tetapi sebagian Ulama menyatakan bahwa orangtua yang mampu untuk melakukannya maka hukumnya adalah wajib.

Sebagian Ulama berpendapat bahwa tujuan pemotongan hewan ini sebagai penebus untuk melepaskan kekangan jin yang mengiringi seorang anak sejak dilahirkan. Adapun tujuan lainnya dari Aqiqah ini adalah sebagai bentuk rasa syukur orangtua telah memiliki keturunan, dan diberi nikmat keselamatan bagi anak dan ibu yang melahirkan.

Mengenai waktu yang terbaik untuk melakukan pemotongan hewannya, Rasulullah S.A.W bersabda, “Seorang anak tertahan hingga ia diaqiqahi, (yaitu) yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahirannya dan diberi nama pada waktu itu” (HR. Imam Ahmad). Sesuai dengan sunnah tersebut, Imam Ahmad berpendapat bahwa pemotongan hewan dapat dilakukan pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, maupun hari keduapuluh satu. Sementara menurut Imam Malik sembelihan hewan pada hari ketujuh bersifat sunnah, jadi pemotongan hewan kambing pada hari keempat, atau kedelapan ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya masih diperbolehkan. Tentu saja anda pilih salah satu dari waktu tersebut sesuai dengan kemampuan anda.

Aqiqah Harvi Fahmi Melmanda

Aug 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah telah di laksanakan Aqiqah untuk Harvi Fahmi Melmanda Putra dari Bapak Lizard Freddy.

Aqiqah  di laksanakan pada Hari Kamis Tanggal 24 Agustus 2017.

Aqiqah ini di laksanakan beberapa hari sebelum melangsungkan pernikahan mas Harvi Fahmi.

“sebelum nikah pengen Aqiqah dulu, meskipun sudah dewasa” kata ibu Rimawati.

kami dari Aqiqah al Hilal mendoakan semoga aqiqah nya berkah , pernikahan nya lancar, dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan kelak mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah.

Aamiin Ya Alloh

 

Doc1-page-001

Cara Menghitung Hari Ketujuh Untuk Menyembelih Aqiqah

Aug 14, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Aqiqah adalah salah satu ibadah yang di contohkan oleh Rasululloh Shallallahu`alaihi Wa Sallam. Banyak hadist yang menganjurkan aqiqah untuk anak. Salah satu nya hadist yang diriwayatkan oleh abu dawud yang artinya “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, lalu digundul kepalanya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, no. 2455 dan dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albany), hadits lain mengatakan “Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas , atau keduapuluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani). Seperti yang di kutip dari hadist diatas bahwa aqiqah di anjurkan di sembelih pada ahari ketujuh namun sebagian dari kita mungkin banyak pertanyaan yang belum kita ketahui seperti : 1. Bagaimana cara menghitung hari ketujuh untuk menyembelih hewan aqiqah? 2. Apakah boleh di potong sebelum atau sesudah hari ketujuh?

Berikut jawaban nya

1. Para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama dan tidak ada perbedaan pendapat untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh sejak kelahiran bayi. Namun mereka berbeda pendapat ketika menetapkan cara menghitungnya. Apakah hari kelahiran bayi ikut dihitung sebagai hari pertama, ataukah hitungan hari pertama jatuh pada hari berikutnya.

a. Cara Al-Malikiyah Al-Imam Malik menghitung hari pertama kelahiran bayi adalah keesokan harinya atau sehari setelah hari kelahiran. Misalnya, seorang bayi dilahirkan pada hari Selasa, maka hitungan hari pertama adalah Rabu, hari kedua Kamis, hari ketiga Jumat, hari keempat Sabtu, hari kelima Ahad, hari keenam Senin dan hari ketujuh adalah hari Selasa. Maka waktu untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari Selasa, yaitu hari yang sama dengan hari kelahiran bayi, seminggu kemudian. Tetapi ada sedikit catatan, yaitu bila bayi lahir lewat tengah malam sebelum terbit fajar, maka hari kelahirannya itu sudah mulai dihitung sebagai hari pertama. Misalnya bayi lahir hari Selasa dini hari jam 02.00. Maka hari Selasa itu sudah dianggap hari pertama, sehingga hitungan hari ketujuh akan jatuh di hari Senin dan bukan hari Selasa. Pendapat Al-Imam Malik ini sejalan dengan pandanga para ulama lain seperti Al-Imam An-Nawawi dan Al-Buwaithi dari mazhab Asy-Syafi’iyah.

b. Cara Ibnu Hazm Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa cara menghitungnya adalah dengan menjadikan hari kelahiran sebagai hari pertama. Sehingga bila ada bayi lahir di hari Selasa, maka hari pertama adalah Selasa, hari kedua Rabu, hari ketiga Kamis, hari keempat Jumat, hari kelima Sabtu, hari keenam Ahad, dan hari ketujuh adalah Senin. Maka hewan aqiqah disembelih pada hari Senin dan bukan hari Selasa. Yang sejalan dengan pendapat Ibnu Hazm ini antara lain Ar-Rafi’i dari mazhab Asy-Syafi’iyah. Tabel Untuk memudahkan kita memahami perbedaan cara perhitungan dari keduanya, silahkan lihat tabel di bawah ini : hari lahirNamun perlu dicatat bahwa inti ritual aqiqah bukan pada resepsi acaranya, melainkan pada penyembelihannya. Resepsi dan pesta terserah mau dilakukan kapan saja, yang penting penyembelihannya itu sendiri. Karena inti dari ritual aqiqah sebenarnya adalah menyembelih hewan dan bukan pesta.

 

2. Namun para ulama berbeda pendapat tentang boleh atau tidak bolehnya menyembelih aqiqah bila waktunya bukan pada hari ketujuh.

a. Al-Malikiyah Mazhab Al-Malikiyah menetapkan bahwa waktu untuk menyembelih hewan aqiqah hanya pada hari ketujuh saja. Di luar waktu itu, baik sebelumnya atau pun sesudahnya, menurut mazhab ini tidak lagi disyariatkan penyembelihan. Artinya hanya sah dilakukan pada hari ketujuh saja.

b. Asy-Syafi’iyah Pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah lebih luas, karena mereka membolehkan aqiqah disembelih meski belum masuk hari ketujuh. Dan mereka pun membolehkan disembelihkan aqiqah meski waktunya sudah lewat dari hari ketujuh. Dalam pandangan mazhab ini, menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh adalah waktu ikhtiyar. Maksudnya waktu yang sebaiknya dipilih. Namun seandainya tidak ada pilihan, maka boleh dilakukan kapan saja.

c. Al-Hanabilah Mazhab Al-Hanabilah berpendapat bahwa bila seorang ayah tidak mampu menyembelih hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahiran bayinya, maka dia masih dibolehkan untuk menyembelihnya pada hari keempat-belas. Dan bila pada hari keempat-belasnya juga tidak mampu melakukannya, maka boleh dikerjakan pada hari kedua-puluh satu. Ibnu Hazm menyebutkan bahwa tidak disyariatkan bila menyembelih hewan aqiqah sebelum hari ketujuh, namun bila lewat dari hari ketujuh tanpa bisa menyembelihnya, menurutnya perintah dan kewajibannya tetap berlaku sampai kapan saja. Sekedar catatan, Ibnu Hazm termasuk kalangan yang mewajibkan penyembelihan hewan aqiqah. Sehingga karena dalam anggapannya wajib, maka bila tidak dikerjakan, wajib untuk diganti atau diqadha’. Dan qadha’ itu tetap berlaku sampai kapan pun.

Wallahu a’lam bishshawab,

 

Sumber http://www.rumahfiqih.com/konsultasi-1368345231-cara-menghitung-hari-ketujuh-untuk-menyembelih-aqiqah.html

qurban al Hilal 2017

Aug 6, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel, Info Harga  //  No Comments

IMG_1062

 

 

 

Pesantren Yatim Al-Hilal adalah yayasan sosial yang bergerak di bidang pengasuhan anak yatim dan penyebaran Al-Qur’an. Kegiatan Yayasan Al-Hilal sudah mulai berjalan sejak 2002. Yayasan Al-Hilal berbadan hukum resmi sejak 2011. Kegiatan pengasuhan anak yatim dapat kita baca lebih lengkap di website resminya www.pondok-yatim.org

*Mengapa Qurban di Pesantren Yatim Al-Hilal ?*
1. Daging Qurban di distribusikan kepada anak-anak yatim, dhuafa, dan warga pedesaan.
2. Multi Manfaat yaitu mendapatkan pahala Qurban, tercatat menjadi penyantun Anak Yatim.
3. Donatur yang berQurban dan keluarganya akan diDo’akan oleh anak-anak yatim semoga lebih berkah.
4. Distribusi daging Qurban akan dibarengi dengan Pembinaan dan Motivasi bagi Anak Yatim.
5. Bobot seekor sapi Qurban di Al-Hilal sekitar 350–400 kg dan sehat, sehingga daging Qurban lebih banyak dan lebih nikmat, in sya Allah.

Yayasan Al-Hilal akan melaksanakan kembali Qurban tahun ini. Oleh karena itu, kami mengajak Anda, Bapak/Ibu untuk ikut berQurban di Al-Hilal dengan transfer uang ke rekening bank Mandiri 13200.1254.9953 a/n Yayasan Al-Hilal Rancapanggung.
Harga 1/7 sapi Qurban Rp 3.400.000,-
Harga 1 sapi Qurban Rp 23.800.000,-

Setelah transfer Konfirmasi ke
EMail = pengasuhanakyatim@gmail.com
☎WA/sms = +6281222202751
BBM = D9DC1EB0

10 kesalahan mendidik anak

Jul 25, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

1

 

 

Bila Anda berpikir apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan

Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.

2. Gagal Mendengarkan

Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka

Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan

Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak

Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten

Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.

7. Mengabaikan Kata Hati

Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV

Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi

Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah

Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

 

sumber : http://www.isdaryanto.com/10-kesalahan-mendidik-anak

aqiqah bersama anak yatim

Jul 10, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Kehadiran sang bayi memang merupakan kebahagian yang tak terhingga, begitupun juga dengan keluarga  bapak Razali Abd Jalin. setelah sembilan bulan di dalam kandungan ibu nya , kini sang bayi sudah hadir di tengah tengah keluarga.

Sebagai rasa syukur kepada Alloh swt dan melaksanakan sunah Nabi Muhammad saw keluarga bapak Razali meng-aqiqah-kan anak nya dengan 2 ekor domba.

Syukuran Aqiqah yang di gelar di pesantren yatim al-Hilal ini di hadiri oleh anak yatim dan santri tahfidz pesantren yatim al-Hilal. Yang di pimpin oleh ustadz Arif untuk pembacaan doa dan pembacaan Ayat suci Al-quran.

Semoga dengan di doakan oleh anak yatim, aqiqah nya menjadi berkah dan anak nya menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama dan bangsa.

Aamiin Ya Alloh Ya Rabbal ‘Alamiin

 

aqiqah al-Hilal

Muslim Singapore Aqiqah di Aqiqah al-Hilal

Feb 20, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

Alhamdulillah, Aqiqah al-Hilal selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para pelanggan dan calon pelanggan Aqiqah. karena Aqiqah al-Hilal bukan hanya mencari keuntungan semata tapi ingin menjadi jalan bagi siapapun yang ingin melaksanakan ibadah Aqiqah.

Sudah banyak muslim Indonesia yang mempercayakan Aqiqah nya di Aqiqah al-Hilal. Tak jarang juga muslim Singapore yang melaksakan Aqiqah nya di Aqiqah al-Hilal.

Muhammad Ilham Nasrulloh adalah salah satu muslim Singapore yang melaksanakan Aqiqah Putranya di Aqiqah al-Hilal. Putra yang di beri nama Azmi ini merupakan putra pertama nya.
Semoga Ananda Azmi menjadi Putra yang Soleh dan selalu berbakti kepada Orang tua.
Aamiin YA Alloh . . .

 

11

 

AQIQAH SEKALIGUS BERSEDEKAH

Feb 15, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Aqiqah Inside, Artikel  //  No Comments
Selain Aqiqah, sedekah nasi box aqiqah kepada anak yatim di Pesantren Yatim Al Hilal

Selain Aqiqah, sedekah nasi box aqiqah kepada anak yatim di Pesantren Yatim Al Hilal

Bersedekah terhadap anak yatim sungguhlah Allah janjikan balasannya. Bahkan bukan hanya bersedekah, berbuat baik yang istiqomah dan sekecil apapun itu Allah janjikan balasannya adalah kebaikan pula. Dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya : ” Barang siapa yang berbuat kebaikan seberat dzarrahpun niscaya Allah akan membalas”. Apalagi kebaikan itu ditujukan untuk anak yatim yang dimuliakan Allah dan Rasulnya, masya Allah keajaiban bersedekah itu “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al an’am : 160)
Menjalankan perintahnya untuk ber aqiqah ditambah bersedekah kepada nak yatim, insya Allah segala balasannya akan berlipat ganda. Terimakasih kepada para donatur yang sudah berdonasi baik berupa harta dan hal lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya.

Manfaat Bacaan Ayat Suci Alquran Untuk Janin

Jan 3, 2017   //   by Zahra Amelia   //   Artikel  //  No Comments

kehamilan

 

 

Semua wanita  yang diberikan nikmat berupa kehamilan tentu sering memanjatkan doa ibu hamil untuk anak dalam kandungan supaya tetap sehat sampai setelah persalinan, dan tumbuh kembang menjadi anak yang sholih dan sholihah yang hafal Al Quran dan fasih melantunkannya, menjadi pembela agama ini dan alim dalam ilmu agama, benar kan ?

Tentu banyak cara untuk memperdengarkan Ayat Alquran pada bayi yang masih dalam kandungan. Ada yang melalui smartphone, ada yang melalui boks music dan lain sebagainya.

Lalu adakah manfaat nya untuk bayi yang ada dalam kandungan tersebut?

Ternyata banyak sekali manfaatnya antara lain :

1.Menstimulasi janin sejak dini

Stimulasi sejak dini sangat penting dilakukan Karena mempengaruhi kecerdasan anak di masa mendatang. Usia 1000 hari sejak dalam kandungan merupakan usia  dimana jaringan sel sel otak bayi bekembang sangat baik.

2. Mencerdaskan janin

Banyak pihak percaya bahwa lantunan ayat suci membuat bayi tumbuh lebih cerdas. Sel sel otak bayi yang berkembang pesat membuat kerja otak lebih optimal, alhasil bayi bias tumbuh menjadi anak cerdas.

3. Memberi ketenangan pada janin

Stimulasi melalui ayat Alquran merupakan stumlasi yang sempurna. Frekuensi dan gelombang bunyi yang ditimbulkan bacaan Alquran punya pengaruh besar untuk bayi. Mereka akan merasakan ketenangan Karena lantunan ayat suci yang indah dan menenangkan.

4. Mempengaruhi psikologi janin

Alquran dapat membuat suasana lebih damai, meredakan ketegangan pada saraf otak, menghilangkan kegelisahan, menghalau rasa takut dan menguatkan kepribadian

5. Meningkatkan kemampuan berbahasa

Bayi yang dikenalkan dengan sejak dini akan terlatih dan terbiasa mengenal Bahasa, sehingga saat ia mulai belajar berbahasa ia tidak akan kesulitan

sumber : http://zonamama.com/ayat-suci-al-quran-untuk-ibu-hamil-lengkap/

 

Pages:12»