Sales:    (+62-22)-2001776  ,  081321018620 | 082116549170 | Pin:2B4FEA93  
  • Subcribe to Our RSS Feed
Browsing "Syariah"

Aqiqah Menggunakan Jasa Catering Haram?

Mar 11, 2015   //   by 4dm1n   //   Syariah  //  No Comments

jasa aqiqah al hilal bandung,

JAnganlah melakukan sesuatu tanpa Ilmunya, begitu juga berpendapat mengenai hukum yang Syar’ie. Manusia di berikan kelebihan akal agar bisa lebih kreatif dan lebih efektif, sehingga mampu melakukan lebih banyak ibadah. Dengan keterbatasan ilmu dan hanya bermodal menerka-nerka seadanya mengenai ber-Aqiqah menggunakan Jasa Catering Haramkah?.. berikut kutipan dari beberapa summber:

Islamedia.co -  Assalaamu ‘alaikum WrWb. Ustadz. Keponakan saya baru saja lahir. kami mau aqiqahkan dia. Tapi ada perbedaan pendapat antara keluarga bapaknya dengan ibunya si bayi.
Keluarga bapaknya menolak menggunakan jasa catering dan mengatakan kalau aqiqah itu kambingnya wajib harus disembelih di depan rumah orang tua si bayi dan diacarakan.
Tetapi dari keluarga ibunya mengatakan sembelih kambing tidak harus di depan rumah. Pakai jasa catering juga bisa sprti tetangga yang lain lalu diadakan acara. Karena kalau disembelih di rumah gak ada yang masak.
Yang betul gimana ya ustad? secara kami dari kluarga ibunya mualaf semua jadi belum paham tntang masalah aqiqah.

Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba’du:
Sebelumnya kami mengparesiasi usaha Anda untuk mengetahui hukum-hukum syariat dengan baik.
Terkait dengan akikah Rasul saw bersabda, “Setiap anak tergadai dengan akikahnya. Karena itu disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (kelahiran), dicukur rambutnya, serta diberi nama.”
Lalu di mana dan siapa yang harus menyembelih akikah tersebut? Tidak ada dalil dan riwayat yang secara tegas mengatur tentang hal ini. Karena itu, menurut para ulama hewan akikah boleh disembelih di mana saja (tidak harus di tempat anak itu dilahirkan dan tidak harus di depan rumah orang tuanya) serta boleh disembelih oleh siapa saja selama ia muslim dan mengetahui tata cara penyembelihan yang syar’i.
Selain itu, tidak harus ada acara khusus terkait dengan akikah. Ia bisa dilakukan dengan cara langsung memberikan dagingnya yang sudah dimasak kepada karib kerabat, tetangga, dan kaum dhuafa. Kalaupun mau diadakan acara dengan maksud untuk mengumpulkan anggota keluarga dan mendoakan anak secara khusus, hal itu juga tidak dilarang selama dilakukan sesuai dengan tuntunan Islam.

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

Tim Syariahonline.com

Memilih Kriteria Hewan Kurban

Sep 3, 2014   //   by 4dm1n   //   Artikel, Syariah  //  No Comments

jasa-aqiqah

Kriteria hewan kurban ada dua:

  1. Kriteria keabsahan, yaitu semua sifat yang ada pada hewan, sehingga bernilai sah jika digunakan untuk berkurban.
  2. Kriteria sunah, artinya beberapa sifat hewan yang dianjurkan untuk mendapatkan keutamaan yang lebih dibanding hewan lainnya dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Diantara kriteria keabsahan hewan kurban adalah

pertama, hewan tersebut dimiliki dengan cara kepemilikan yang halal. Sehingga tidak sah berkurban dengan binatang hasil merampas, hewan curian, atau dimiliki dengan akad yang haram, atau dibeli dengan uang yang murni haram, seperti riba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, dan tidak menerima kecuali yang baik…” (HR. Muslim)

kedua, jenis hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan syariat.

Hewan yang boleh untuk kurban adalah dari jenis bahimatul an’am, yang meliputi: unta, sapi, kambing, dan domba. Allah berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ الله عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka…(QS. Al Haj: 34)

Imam An-Nawawi menyebutkan adanya kesepakatan ulama bahwa kurban tidak sah kecuali dari jenis unta, sapi, dan kambing. (Syarh Shahih Muslim, karya An-Nawawi).

ketiga, hewan kurban memiliki usia minimal yang telah ditetapkan

Usia minimal hewan kurban agar bisa digunakan untuk berkurban adalah sebagai berikut:

no. Jenis hewan Usia minimal
-1. Domba Genap 6 bulan, masuk bulan ketujuh
-2. Kambing Genap 1 tahun, masuk tahun kedua
-3. Sapi Genap 2 tahun, masuk tahun ketiga
-4. Unta Genap 5 tahun, masuk tahun keenam

Tabel di atas sesuai dengan hadis riwayat Muslim.

Dalil lainnya, hadis dari Mujasyi’ bin mas’ud radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya domba usia 6 bulan nilainya sama dengan kambing usia 1 tahun.” (HR. Abu daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani).

keempat, bersih dari cacat yang menyebabkan tidak sah untuk dijadikan hewan kurban.

Ada empat cacat hewan yang menyebabkan tidak sah untuk dijadikan hewan kurban: buta sebelah matanya dan jelas butanya, sakit dan jelas sakitnya, pincang dan jelas pincangnya, dan sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.

Dari Al Barra’ bin Azib radliallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sambil berisyarat dengan tangannya demikian (empat jari terbuka): “Ada empat cacat yang tidak boleh dalam hewan Kurban: buta sebelah matanya dan jelas butanya, sakit dan jelas sakitnya, pincang dan jelas pincangnya, dan sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.” Al Barra’ mengatakan, “Apapun ciri binatang yang tidak kamu sukai maka tinggalkanlah dan jangan haramkan untuk orang lain. (HR. An-Nasa’i, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

kelima, jika pengadaan hewan kurban dari hasil urunan, maka peserta urunan tidak boleh melebihi batas maksimal. Untuk sapi maksimal 7 orang, dan Unta maksimal 10 orang. Sedangkan untuk kambing, tidak boleh ada urunan.

Sementara kriteria sunah pada hewan kurban, antara lain domba jantan bertanduk, warna putih bercampur hitam di sekitar matanya dan kaki-kakinya. Inilah ciri-ciri kambing yang disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia gunakan untuk berkurban.

Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha, bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta domba bertanduk, menginjak sesuatu yang hitam, duduk di atas yang hitam, dan melilhat dengan sesuatu yang hitam. Kemudian beliau diberi hewan dengan ciri tersebut dan beliau gunakan untuk berqurban. (HR. Muslim).

keterangan: maksud “menginjak sesuatu yang hitam, duduk di atas yang hitam, dan melilhat dengan sesuatu yang hitam” : kaki-kaki, sekitar mata, dan perutnya berwarna hitam.

Dari ‘Aisyah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin berkurban, kemudian membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dikebiri. Kemudian ia menyembelihnya…(HR. Ibnu Majah dan dishahihkan Al- Albani).

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariat)
Atikel www.KonsultasiSyariat.com